PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN- Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Kebumen membuat sebagian masyarakat mengeluhkan susahnya mendapatkan air bersih.
Sumber mata air yang mengering membuat sebagian masyarakat harus mencari air hingga ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya.
Seperti yang dialami warga Desa Jemur, Kecamatan/Kabupaten Kebumen beberapa minggu terakhir kesulitan mendapatkan air bersih.
Melalui kegiatan Jumat Curhat Polres Kebumen, Jumat 1 September 2023, para warga di RW 3 menceritakan susahnya mencari air bersih hingga harus mencari ke sumber air ke daerah lain.
Namun keluhannya langsung ditanggapi Polres Kebumen, dengan melakukan droping air bersih di Desa tersebut di hari yang sama. Polres Kebumen melakukan droping 5000 liter di desa tersebut.
"Alhamdulillah kita bisa langsung melakukan droping air bersih di Desa Jemur. Bisa membantu warga yang membutuhkan air bersih," jelas Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasat Binmas Iptu Joyo Suharto didampingi para PJU Polres dan Bhabinkamtibmas Briptu Verrel Bukhori Septiadi.
Dijelaskan Iptu Joyo, kegiatan Jumat Curhat menjadi sarana pemecahan masalah di tengah masyarakat. Melalui kegiatan itu, Polres Kebumen bisa mendengar langsung apa yang menjadi keluhan masyarakat sehingga bisa langsung ditanggapi.
Kades Jemur Eni Budiwati menyambut positif droping air bersih di desanya. Menurutnya, bantuan air bersih sangat tepat untuk saat ini.
Warga, Paryudi mengatakan sumber mata air menjadi mudah mengering saat kemarau meski tempat tinggalnya dekat dengan Sungai Lukulo Kebumen.
Ia pun meminta agar ke depan ada Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) serta pemasangan instalasi saluran PDAM di desanya agar air mudah didapat saat kemarau.
Menurut AKP Joyo, warga masyarakat bersama pemdes bisa mengajukan permohonan lalu didampingi Bhabinkamtibmas agar bisa segera terwujud. Hal ini juga sama halnya dengan permohonan pemasangan instalasi saluran PDAM.
Tag
Berita Terkait
-
Cuma 5,3 Km dari Silang Monas Jakarta, Bangunan Terbengkalai di Pusat Ibu Kota Ini Menyimpan Cerita Kelam: Pernah jadi Markas Organisasi Terlarang!
-
Polres Kebumen Bongkar Modus Baru Peredaran Narkoba, Tak Disangka Disimpan di Benda Ini
-
Sekitar 43,3 Km dari Pusat Kota Semarang, Destinasi Wisata Alam Perbukitan Terindah di Jateng Ini Cocok untuk Libur Akhir Pekan: Pernah Coba?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
10 Sepatu Lari Lokal Paling Estetik Versi Netizen, Stylish Banget buat OOTD dan Running
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Bocoran Samsung Galaxy S27 Ultra: Kamera Dipangkas, Teknologi Makin Cerdas
-
Lapor Polisi Usai Akun IG Diretas dan Dipakai Menipu, Ahmad Dhani Bakal Ganti Rugi Korban?
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Dosa Lingkungan di Balik Label 'Ramah Bumi' yang Estetik
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut Hanny Kristianto, Mualaf Center Indonesia Kena Getahnya