PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Malam Minggu di Purbalingga sempat mencekam setelah beredar pesan berantai berisi peringatan rencana konvoi geng motor bersenjata tajam. Pesan ini pun viral di media dalam waktu singkat hingga membuat warga Purbalingga resah.
Polres Purbalingga bersama Kodim 0702 Purbalingga kemudian menggelar patroli skala besar mencegah bentrokan terjadi. Buah patroli gabungan ini, petugas mengamankan sebanyak 19 remaja yang sebagian besar anak di bawah umur.
Mereka yang digelandang ke kantor polisi berasal dari tiga kecamatan berbeda. Sebanyak 14 anak diamankan saat pesta miras di Bukateja, empat anak di Bojongsari, dan seorang di Kutasari.
Polisi menyita empat senjata tajam. Dua senjata tajam berupa gear yang diikat dan gancu di Bukateja dan dua clurit dari sekelompok remaja di Bojongsari.
Sementara seorang remaja 20 tahun asal Kutasari ditangkap karena diduga menjadi penyebar pesan berantai. Polisi saat ini masih menyelidiki apakah pesan berantai itu terkait dengan sekelompok remaja yang diamankan di Bukateja dan Bojongsari.
Wakapolres Purbalingga Kompol Donni Krestanto mengatakan, Polres Purbalingga akan menindak setiap penyebar keonaran meskipun masih di bawah umur. Sebab ada mekanisme penegakkan hukum untuk pelaku kejahatan di bawah umur.
Namun kali ini, Polres Purbalingga memberi kesempatan untuk para remaja ini untuk memperbaiki diri. Namun, mereka harus berjanji tidak mengulangi perbuatan serupa.
"Hanya keledai yang terjebak di lubang yang sama," kata dia.
Sebanyak 14 remaja ini kemudian dikembalikan ke orang tua masing-masing di Aula Loka Anindhita Mapolres Purbalingga, Minggu siang 4 September 2023. Mereka bersimpuh di lutut orang tua masing-masing.
Tangis pun pecah. Orang tua anak-anak ini tak kuasa menahan air mata kesedihan lantaran anak mereka terlibat kegiatan negatif dan diamankan polisi. Selain orang tua, Polisi juga mendatangkan perwakilan pemerintah desa masing-masing untuk turut membina warganya.
Mereka diperkenankan pulang namun wajib lapor dua kali seminggu pada Senin dan Kamis. Mereka dan orang tua masing-masing juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu.
"Jika terulang, surat pernyataan ini akan menjadi pemberat," kata Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Suyanto.
Sementara perwakilan pemerintah desa dari Bukateja menyatakan usulan agar diberlakukan jam malam bagi para pelajar. Ini untuk mencegah peristiwa yang sama terulang.
Jam malam juga diusulkan diikuti patroli petugas kepolisian agar aksi konvoi geng motor tidak terulang. Di desa juga disarankan mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling.***
Berita Terkait
-
Polres Kebumen Bongkar Modus Baru Peredaran Narkoba, Tak Disangka Disimpan di Benda Ini
-
Kwarcab Pramuka Purbalingga Raih Juara Umum Estafet Tunas Kelapa 2023
-
Bikin Haru, Masyarakat Banjarnegara Antusias Sambut Estafet Tunas Kelapa
-
Kemarau Panjang, Pemkab Purbalingga Distribusikan 759.000 Liter Air Bersih ke Warga
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Edwin van der Sar Sukses Gegerkan Jakarta, Sejumlah Agenda Diserbu Penggemar
-
Angkat Topi untuk Jepang, Carlo Ancelotti Ungkap Alasan Tak Mainkan Neymar
-
Air Mata Vinicius Jr Pecah di Piala Dunia 2026, Pesan Nenek Bikin Hati Tersayat
-
Dukun yang Kutuk Harry Kane Kini Ramal Argentina Bakal Ditekuk Tanjung Verde
-
Dramatis! Gabriel Martinelli Hentikan Langkah Jepang, Brasil Menang 2-1
-
Bukan Sekadar Tempat Sampah! Rahasia Kantong Biru Suporter Jepang yang Bikin Stadion Spektakuler
-
Tangis Son Heung-min Pecah Usai Korea Selatan Gagal Total di Piala Dunia 2026
-
Catatan Kriminal Kaishu Sano Perobek Gawang Brasil: Pelaku Penyerangan Seksual
-
Kanada Bukan Sekadar Tuan Rumah! Jesse Marsch Sebut Anak Asuhnya Pahlawan Negara
-
Gabung Persija Jakarta, Victor Dethan Datang dengan Modal Tak Sembarangan