PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung ke Kabupaten Bandung Barat tidak lengkap tanpa singgah di di Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat berjarak 36,3 Km dari Pusat Kota Kembang.
Di sana tepat di tengah-tengah perbukitan yang indah tersembunyi sebuah terowongan kereta api peninggalan kolonial yang menghubungkan dua stasiun kereta api di Jawa Barat
Dikutip dari Kanal YouTube oyan spoorweg pada Rabu 13 September 2023, terowongan kereta api ini bernama Terowongan Sasaksaat yang menghubungkan antara Stasiun Maswati dan Stasiun Sasaksaat.
Terowongan ini memiliki panjang mencapai 949 meter, sehingga menjadi salah satu terowongan kereta api terpanjang yang masih aktif di Indonesia. Inilah kisah menarik dari salah satu monumen sejarah perkeretaapian yang tak terlupakan.
Sejarah Terowongan Sasaksaat dimulai pada tahun 1902 ketika Belanda masih menjajah Indonesia. Pada waktu itu, Perusahaan Kereta Api Negara Belanda, Staatsspoorwegen (SS), memutuskan untuk membangun jaringan kereta api yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Terowongan ini menjadi bagian penting dari proyek tersebut, karena membantu mengatasi rintangan alam, yaitu perbukitan yang curam dan berbatu di daerah Cidepong.
Pembangunan Terowongan Sasaksaat tidaklah mudah. Para insinyur dan pekerja kereta api harus menghadapi berbagai tantangan teknis dan kondisi alam yang sulit.
Namun, dengan tekad dan dedikasi mereka, terowongan ini akhirnya selesai dan menjadi bagian integral dari jalur kereta api yang menghubungkan Bandung dengan wilayah-wilayah sekitarnya.
Terowongan Sasaksaat bukan hanya sebuah struktur teknik yang luar biasa, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Selama puluhan tahun, terowongan ini telah menjadi saksi bisu dari perjalanan kereta api yang menghubungkan berbagai kota dan desa di sekitarnya.
Baca Juga: Entok Bondol dari Banyumas Juara di Festival Entok Nasional 2023, Peternak Ini Bongkar Tipsnya
Terowongan Ini juga menjadi simbol betapa kuat orang-orang yang terlibat dalam pembangunannya. Saat ini, Terowongan Sasaksaat masih digunakan untuk lalu lintas kereta api. Meskipun telah berusia lebih dari seabad.
Terowongan ini tetap berfungsi dengan baik dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem transportasi kereta api di Indonesia. Keberadaannya juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi masyarakat lokal yang menjaganya dengan baik.
Bagi para penggemar sejarah kereta api, Terowongan Sasaksaat menjadi tempat yang patut dikunjungi. Melihat bagaimana struktur ini bertahan dan berfungsi sepanjang waktu menjadi pengalaman yang mengesankan.
Selain itu, kalian dapat merasakan sentuhan sejarah yang terpatri dalam dinding-dindingnya, mengingatkan pada zaman ketika perkeretaapian pertama kali tiba di Indonesia. Terowongan Sasaksaat di Desa Sumur Bandung, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat tentu punya sejarah panjang.
Tempat ini jadi salah satu warisan bersejarah yang patut dijaga dan dihargai. Sebab pembangunannya jadi contoh nyata dari upaya yang luar biasa dan dedikasi untuk membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.***
Berita Terkait
-
Dirintis 20 Tahun Lalu, Pusat Perbalanjaan di Kota Bandung Ini Rela Ubah Konsep Agar Lebih Estetik dan Kekinian: Jaraknya Cuma 5,9 Km dari Pusat Kota
-
Hanya 3,8 Km dari Kampus Institut Teknologi Bandung, Pusat Perbelanjaan dengan Konsep Heritage di Kota Kembang Ini Selalu Ramai Pengunjung: Ternyata
-
Cuma 9,8 Km dari Bandara Husein Sastranegara, Bangunan Kondotel dengan Arsitektur Megah di Kota Cimahi Ini Terbengkalai: 7 Tahun Proyeknya Mangkrak!
-
Cuma 19,5 Km dari Bandara Susi Air Pangandaran, Jembatan Kereta Api Terpanjang di Indonesia Ini Mangkrak: Sudah Ada Sejak Tahun 1916, Tapi...
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Coffee Fair Alfamart April 2026: Diskon Kopi Favorit Mulai Rp6 Ribuan, Beli 1 Gratis 1
-
Sudah Bayar Pajak, Motor Justru Hilang di Samsat Palembang, Ini 5 Fakta Mengejutkan
-
Ice Cream Fair Indomaret April 2026: Diskon Besar Hingga 50 Persen, Beli 4 Gratis 2
-
Berani Turunkan Pemain Muda, Hector Souto Buktikan Keputusan Federasi Tak Salah di Piala AFF Futsal
-
Temui Gubernur DKI, PB ORADO Perkuat Dukungan Turnamen Domino
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Bank Sumsel Babel Permudah Akses Bandara, Tol, dan LRT di Palembang, Cukup Tap Tanpa Antre
-
Rahasia LG Jual 3,2 Juta WashTower, Fokus Konsumen hingga Bidik Pasar Indonesia
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam