/
Rabu, 27 April 2022 | 14:20 WIB
Wista Yuki

Ranah - Polresta Padang telah menyebar hotline pengaduan yang terpasang di sejumlah baliho. Bagi masyarakat yang menemukan adanya tindakan premanisme dan pungutan liar (pungli) saat libur lebaran nanti bisa menghubungi nomor tersebut.

Kapolresta Padang Imran Amir mengatakan, bahwa peran masyarakat atau wisatawan dibutuhkan apabila menemukan adanya tindakan premanisme dan pungli.

Layanan pengaduan tersebut terangnya, bisa menghubungi atau pesan WhatsApp ke nomor telepon 0821-3222-3365.

"Jika ditemukan, silahkan langsung melaporkan dan segera ditindaklanjuti," ujar Imran, Rabu (27/4/2022). .

Hotline pengaduan ini ungkapnya, telah disebar di sejumlah baliho sejak Tim Klewang dibentuk. 

“Kami perlu bantuan informasi masyarakat, kalau ada nanti aksi pungli di tempat mana pun di Kota Padang, tolong kami dikabarkan. Hotline sudah disebarkan dan sampaikan,” ucapnya.

“Dimana pun lokasinya, Insya Allah segera kami tindak. Kami buat tidak ada pemerasan dan pungli jelang dan sesudah lebaran di Kota Padang,” tegasnya.

Upaya lainnya untuk meminimalisir aksi premanisme hingga pungli  saat libur Idul Fitri 1443 Hijriyah kata Imran, yaitu pihaknya menurunkan tim satuan reserse kriminal.

Tim ini diturunkan untuk mengantisipasi tindakan yang membuat resah masyarakat. 

“Kami menurunkan tim personel Reskrim untuk mengantisipasi aksi premanisme yang membuat resah pengunjung objek wisata,” tutur Imran.

Pengamanan menjelang dan sesudah lebaran ini melibatkan tim gabungan dalam Operasi Ketupat Singgalang 2022. Imran mengungkapkan, dalam operasi ini, pihaknya mengerahkan 495 personel.

Kemudian terang Imran, pihaknya juga mendirikan pos pengamanan serta pelayanan. Operasi ini akan dimulai 28 April hingga 9 Mei 2022.

“Untuk pos pengamanan ada enam titik dan pos pelayanan empat titik yang diisi tim gabungan. Pos pengamanan melayani 24 jam, pos pelayanan 12 jam,” bebernya.

Ia mengatakan, tim gabungan juga fokus di lokasi Sitinjau Lauik dan perbatasan Kota Padang dengan Pesisir Selatan.

Selain itu ungkapnya, sejumlah alat berat disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam saat arus mudik maupun arus balik lebaran. 

"Karena prediksi cuaca melalui BMKG bahwa H-3 sampai lebaran terjadi hujan. Kami mengantisipasi longsor di lokasi tersebut. Kami koordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum atau PU, standby alat berat dan ambulans," ucap Imran.

Sebelumnya, Imran menegaskan bahwa untuk mengatasi kemacetan saat libur Idul Fitri 1443 Hijriyah nanti, pihaknya melarang bus parkir di sepanjang Pantai Padang.

Hal itu terangnya, untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di Pantai Padang yang merupakan salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan.

Selain itu terang Imran, pihaknya juga melarang adanya parkir berlapis untuk kendaraan lainnya.

"Intinya untuk di Pantai Padang, bus tidak ada parkir di badan jalan. Tidak ada parkir berlapis untuk kendaraan lainnya," bebernya.

Imran menjelaskan, bahwa kendaraan bus yang membawa penumpang hanya diperbolehkan melintas atau menjemput dan menurunkan penumpang.

Sementara itu kata Imran, untuk lokasi parkir kendaraan telah disiapkan yaitu di GOR atau samping kantor DKK.

Load More