- Sosiolog Andreas Budi Widyanta menyoroti peningkatan praktik premanisme di kawasan Tanah Abang akibat krisis ekonomi dan keterbatasan anggaran.
- Kondisi ekonomi sulit diperburuk oleh dugaan adanya afiliasi antara kelompok preman dengan oknum yang melegitimasi tindakan kekerasan tersebut.
- Masyarakat disarankan membangun solidaritas sosial sebagai langkah preventif untuk melawan tindak premanisme di lingkungan mereka secara mandiri.
Suara.com - Praktik premanisme kembali menghantui kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga menjadi sorotan publik baru-baru ini.
Dari sudut pandang Andreas Budi Widyanta selaku sosiolog, peningkatan aksi premanisme merupakan indikasi nyata dari krisis ekonomi yang membuat persaingan bertahan hidup kian sengit.
"Karena peredaran ekonomi semakin terbatas, jadi membuat mereka semakin keras," ujar Andreas kepada Suara.com, Senin (13/4/2026) malam.
Situasi diperparah oleh pengelolaan anggaran negara yang dipandangnya ugal-ugalan, sehingga berdampak pada pelayanan dasar di daerah.
"Pemerintah daerah semakin ciut fiskal anggarannya untuk bisa mengelola berbagai pelayanan dasar bagi masyarakat, dan itu pasti akan compang-camping," lanjut Andreas.
Kondisi ekonomi yang terdisrupsi akhirnya melahirkan spiral kekerasan, di mana masyarakat sipil kerap menjadi korban utamanya.
"Negara lagi-lagi menjadi sumber dari spiral kekerasan. Itu berdampak kepada praktik nyata bahwa premanisme meningkat, warga yang lagi-lagi menjadi korbannya," kata Andreas.
Dugaan afiliasi antara kelompok preman dengan oknum-oknum yang membuat mereka memiliki legitimasi untuk melakukan kekerasan pun tak luput dari pengamatan Andreas.
Hal itu ia yakini sebagai salah satu penyebab sulitnya pemberantas premanisme di titik-titik sentral seperti Tanah Abang, bahkan oleh otoritas berwenang sekalipun.
Baca Juga: Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
"Kan kita tahu persis, preman-preman ini selalu punya backup-nya masing-masing dengan afiliasi berbagai kekuatan. Yang memang mereka ini dilegitimasi untuk melakukan tugasnya masing-masing, yang memiliki hak dasar untuk melakukan kekerasan tentu saja," tuturnya.
Di tengah keterbatasan pemerintah dan aparat, penguatan solidaritas warga dari tingkat bawah dianggap sebagai solusi yang paling masuk akal untuk melawan premanisme.
Andreas melihat potensi besar untuk warga Jakarta bisa membuat jaring pengaman sosial sendiri, sebelum nantinya melibatkan aparat dalam pengendalian kelompok berbasis kekerasan itu.
"Saya lebih percaya pendekatan bottom-up dari masyarakat, yang itu punya basis solidaritas dan punya kemampuan untuk memonitor berbagai ketidakamanan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Sopir Bajaj di Tanah Abang Diperas Preman Rp100 Ribu per Hari, Kaca Dipecah Jika Tak Bayar
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Tukang Bajaj Dipalak Preman di Tanah Abang, Pramono Anung: Tidak Ada Kompromi, Ambil Tindakan Tegas
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend