- Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth menyoroti maraknya aksi pemalakan terhadap sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
- Pungutan liar terjadi karena sistem parkir tunai yang tidak tertata sehingga membuka celah bagi oknum tidak bertanggung jawab.
- DPRD mendesak Pemprov DKI menerapkan sistem parkir nontunai serta meningkatkan patroli gabungan untuk memberantas aksi premanisme di lapangan.
Suara.com - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyoroti maraknya aksi pemalakan yang menyasar para sopir bajaj di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Praktik pungutan liar tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera membenahi sistem perparkiran.
"Rakyat kecil dirugikan dan ini harus dihentikan," ujar Kenneth, mengutip laman resmi DPRD DKI Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa beban hidup para pengemudi kecil tidak boleh semakin berat akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Kenneth, maraknya praktik pungutan liar merupakan dampak dari sistem parkir yang belum tertata dengan baik di lapangan.
Ia menggarisbawahi dominasi transaksi tunai dalam sistem parkir saat ini, yang dinilai membuka celah bagi oknum melakukan pemerasan.
Sebagai langkah konkret, Kenneth mendorong penerapan sistem parkir resmi berbasis nontunai atau cashless di berbagai kawasan strategis, termasuk Tanah Abang.
Penerapan sistem digital diyakini mampu menutup ruang gerak pelaku karena setiap transaksi tercatat secara otomatis.
"Kalau cashless, semua transaksi tercatat dan mudah diawasi," kata dia.
Baca Juga: Konflik Lahan Tanah Abang: 7 Fakta di Balik Klaim Maruarar Sirait vs Hercules
Selain perbaikan sistem, ia juga mendorong kolaborasi intensif antara Pemprov DKI Jakarta, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Penguatan patroli di lapangan dinilai mendesak guna menindak para pelaku pemalakan yang meresahkan masyarakat.
"Ini bukan pelanggaran biasa, tapi aksi premanisme yang harus ditindak tegas," pungkas Kenneth.
Berita Terkait
-
Konflik Lahan Tanah Abang: 7 Fakta di Balik Klaim Maruarar Sirait vs Hercules
-
Menteri Ara: Lahan Tanah Abang yang Dikuasai Hercules Milik Negara, Sudah Bisiki Prabowo!
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sengketa Lahan Tanah Abang Harus Tuntas Sebelum Bangun Rusun Subsidi
-
7 Fakta Panas Sengketa Lahan Tanah Abang: Adu Klaim Menteri Maruarar Sirait vs Hercules
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan