RanahSuara.id - Jelang dimulainya kompetisi Liga 2 pada 28 Agustus 2022, Semen Padang FC melayangkan surat protes ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Surat protes Semen Padang FC tersebut terkait penyusunan jadwal pertandingan di Liga 2 2022.
Ada dua alasan yang membuat tim berjuluk Kabau Sirah ini mengirimkan surat protes ke PSSI
Pelatih Kepala Semen Padang FC Delfiadri mengatakan, alasan pertama pihaknya mengirimkan surat protes karena soal jam bermain di malam hari.
Delfiadri mengungkapkan, bahwa pihaknya mempertanyakan kenapa jadwal pertandingan di Padang disamakan dengan jadwal di Pulau Jawa.
"Pada draf jadwal itu kita jadwalnya ada bermain malam, tetapi kok jam bermainnya sama dengan yang di Pulau Jawa yaitu pukul 18.15 WIB," ujarnya, Senin (22/8/2022).
Ia menjelaskan bahwa pada pukul 18.15 WIB itu merupakan waktu setelah salat magrib kalau di wilayah Pulau Jawa.
Sedangkan di Padang terang Delfiadri, jam itu belum masuk waktu salat magrib. Seharusnya kata Delfiadri, waktu bermain itu pukul 19.00 WIB atau setelah magrib.
"Harusnya jam tujuh bermain, orang jam tujuh bermain kalau di luar Pulau Jawa, tetapi mengapa kita pukul 18.15 WIB," bebernya.
Baca Juga: Eks Kadis dan Sekdis Dindikbud Banten Terdakwa Korupsi Komputer UNBK Rp25 Miliar Divonis 16 Bulan
Kemudian kata Delfiadri, alasan kedua pihaknya mengajukan protes karena pada dua pertandingan pertama Semen Padang FC bermain di away atau tandang.
Namun terangnya, saat dua pertandingan terakhir kompetisi malah kembali bertanding away. Ini tentu sangat merugikan sekali.
"Ini kan membunuh Semen Padang FC, kita harapkan kalau pertama di away tidak apa-apa tetapi main terakhirnya di Padang atau home, atau sebaliknya tidak apa apa juga yaitu pertama di home dan terakhir di away," tuturnya.
Menurut Delfiadri, alasan jadwal ini dinilai merugikan karena tingginya potensi ada pihak yang bermain saat itu karena pertandingan terakhir sangat krusial.
Apalagi seperti dari Sumatra Utara ada tiga klub yang bersaing ketat untuk lolos ke babak berikutnya.
"Kita bukan suuzon, tetapi bisa saja ada yang bermain di situ karena pertandingan-pertandingan terakhir itu sangat menentukan. Kita takutkan ada yang bermain sehingga kita layangkan surat," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan