Ranah.co.id - Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi covid-19, Festival Cap Go Meh di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali digelar.
Tahun ini, Festival Cap Go Meh ini bakal dilaksanakan pada 5 Februari 2023 dengan menampilkan beragam atraksi budaya.
Dalam festival ini, atraksi budaya ini tidak hanya berasal dari etnis komunitas Tionghoa saja. Akan tetapi juga menyatukan berbagai sisi mulai dari etnis Minangkabau, Jawa hingga Bali.
FestivalCap Go Meh tersebut merupakan puncak dari perayaan Festival Imlek yang sebelumnya telah diselenggarakan beberapa hari.
"Bagaimana festival ini seperti kirab budaya nusantara. Walaupun tidak tertampung semuanya, tapi ini bagian awal bahwa kami ingin menyampaikan komunitas Tionghoa merupakan komunitas di Nusantara ini," ujar salah seorang panitia Cap Go Meh Padang, Albert Indra Lukman, Selasa (17/1/2023).
Ia mengharapkan, melalui digelarnya Festival Cap Go Meh ini, bagaimana komunitas Tionghoa bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Padang maupun Sumbar. Maka dari itu, dalam festival ini kali pertama dua kongsi komunitas Tionghoa di Padang yakni HTT dan HBT bersatu.
"Sehingga tentu kami yang ingin memperlihatkan kontribusi tersebut secara internal kompak. Kami juga bisa bekerja sama dan bergotong royong. Sehingga selama ini ada suatu stigma terhadap komunitas Tionghoa di Kota Padang sepertinya tidak bisa kompak, ini juga ingin kami buat suatu kekompakan," bebernya.
Albert menambahkan, bahwa kegiatan Festival Cap Go Meh kali ini ada tema atau tujuan yang nanti terbuat di festival tersebut. Tidak hanya soal promosi pariwisata dan kemudian pelestarian nilai budaya, tetapi ada mungkin juga bagaimana kekompakan yang ingin ditampilkan.
"Adanya hal-hal kepercayaan dan keyakinan komunitas kelompok Tionghoa mengorbankan memperoleh suatu tujuan bersama," tuturnya.
Baca Juga: Prediksi Persita vs Persebaya di BRI Liga 1: Head to Head, Susunan Pemain, Skor
Albert menerangkan, dalam Festival Cap Go Meh akan ada arak-arakan di kawasan Kota Tua. Para komunitas Tionghoa akan menampilkan dewa-dewa, serta penampilan barongsai hingga atraksi naga.
"Kemudian kita lihat kali ini, seperti tahun sebelumnya Satuan Brimob Polda Sumbar juga ikut berpartisipasi. Mereka akan menampilkan tarian naganya. Begitupun tarian naga komunitas Tionghoa," ucapnya.
Tidak itu saja, sebut Albert, kan ada penampilan wushu yang dipadukan dengan pencak silat khas Minangkabau. Sementara dari etnis Jawa menampilkan tarian reog serta Bali menunjukkan tarian api.
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan, bahwa Festival Cap Go Meh kali ini menggambarkan bahwa Sumbar sangat toleransi. Hal ini tentunya membantah hasil survei yang menyebutkan Sumbar intoleransi.
"Kita sangat bergandengan tangan. Semangat gotong royong komunitas Tionghoa bersama komunitas warga kita dan Jawa. Toleransi bersama kitakita," ujarnya.
Selain itu kata Budi, melalui Festival Cap Go Meh ini tentunya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Festival ini sangat memberikan hiburan bagi masyarakat setelah dua tahun terhenti karena pandemi covid-19.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
5 Bedak Viva yang Bagus dan Tahan Lama untuk Pemakaian Sehari-Hari
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Cek Fakta: Benarkah Aktor Roger Danuarta Kecelakaan Motor?
-
Adu Gacor Striker Lokal Super League: Eksel Runtukahu Bersaing Ketat dengan Ezra Walian
-
Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya
-
Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah
-
IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi
-
Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen