Ranah.co.id - Anita Cepu atau Linda Pujiastuti mengaku memiliki hubungan khusus dan spesial dengan Mantan Kapolda Sumatra Barat (Sumbar) Teddy Minahasa Putra.
Hal itu diungkapkan Anita Cepu atau terdakwa pengambilan dan pengedaran barang bukti sabu saat dihadirkan menjadi saksi untuk terdakwa Teddy Minahasa di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (27/2/2023).
Selain menghadirkan Anita Cepu, sidang kali ini juga mengikutsertakan Mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, keudanya hadir sebagai saksi.
Awalnya, Ketua Majelis Hakim Jon Sarman Saragih bertanya kepada Anita dan Dody. "Keduanya coba diperhatikan, ini ada terdakwa dihadirkan di persidangan ini, coba lihat dulu. Kedua saksi kenal dengan terdakwa ini?" ujar Hakim.
Lalu, keduanya (Dody dan Anita Cepu) kompak menjawab mengenal Teddy.
Kemudian, hakim bertanya kembali soal hubungan kekeluargaan antara mereka. "Apakah ada hubungan keluarga dengan terdakwa?" kata Hakim.
"Tidak ada yang mulia," jawab Doddy.
Sementara, Anita Cepu juga mengaku tidak memiliki hubungan keluarga dengan Teddy. Namun, kata Anita Cepu, antara ia dan Teddy ada hubungan khusus dan spesial.
"Tidak ada yang Mulia, tapi kami ada hubungan khusus dan spesial," jawab Anita Cepu.
Baca Juga: NasDem Bakar Uang Terus Buat Ongkos Keliling Indonesia, 'Anies Baswedan Enggak Punya Duit!'
Setelah itu, hakim meminta agar Anita Cepu menjelaskan maksud hubungan 'spesial dan khusus' itu saat diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan.
"Hubungan khusus dan spesial. Oh, nanti kami pertanyakan itu," kata Hakim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta