Suara.com - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan hendaknya dilakukan dengan penuh kebahagiaan serta berdoa agar diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah. Berikut adalah bacaan doa sebelum Ramadan tiba.
Selain memohon kelancaran ibadah, doa menyambut Ramadan dapat diamalkan untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kekuatan dalam menunaikan ibadah puasa.
Berikut adalah beberapa doa yang dapat dibaca menjelang bulan Ramadan, lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan tata caranya seperti disadur dari situs resmi MUI dan sumber lainnya.
1. Doa Melihat Hilal Ramadan
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika melihat hilal (bulan sabit) yang menandai datangnya bulan Ramadan:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Allahu akbar, Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal imaani, wassalaamati wal islaami, wattaufiqi limaa tuhibbu wa tardha, rabbunaa wa rabbukallahu.
Artinya: "Allah Maha Besar, Ya Allah tampakkan hilal itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan) adalah Allah." (HR. Ad-Darimi no. 1729, hadits serupa juga diriwayatkan oleh Ahmad dan At-Tirmidzi).
Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Bawang Merah dan Cabai Rawit Merah Masih Tinggi
2. Doa Memohon Keberkahan Ramadan
Doa ini diriwayatkan dari Ubadah bin Ash-Shamith RA, di mana Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat untuk membaca doa berikut ketika bulan Ramadan tiba:
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma salimni min Ramadana wa sallim Ramadana li wa tasallamhu minni mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadan."
3. Doa Memohon Kemudahan dan Keikhlasan Beribadah di Bulan Ramadan
Doa ini diriwayatkan dari Abdul Aziz bin Abi Rawad, seorang ahli hadits dan imam Masjidil Haram:
اللّٰهمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي وَسَلِّمْنِي فِيهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللهمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا واحْتِسَابًا، وَارْزُقَنِي فِيْهِ الْجَدَّ وَالْإِجْتِهَادَ والقُوَّةَ والنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السّآمَةِ وَالفَتْرَةِ وَالكَسَلِ والنُّعَاسِ, وَوَفِّقْنِي فيه لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ وَاجْعَلهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Allahumma adhalla syahru Ramadana wa hadhara, fa sallimhu li wa sallimni fihi wa tasallamhu minni. Allahummarzuqnii shiyamahu wa qiyamahu shabran wahtisaban, warzuqni fihil jadda wal ijtihada wal quwwata wan nasyatha, wa a’idzni fihi minassaamati wal fatrati wal kasali wan nu’asi, wawaffiqnii fihi li lailatil qadri waj’alha khairan min alfi syahrin.
Artinya: "Ya Allah, bulan Ramadan sudah membayangi dan datang. Maka, sampaikanlah (bulan) Ramadan kepadaku, dan sampaikanlah aku (dengan selamat) ke dalamnya, dan terimalah amal ibadahku (di bulan) Ramadan. Ya Allah, anugerahilah aku kesabaran dan niat ikhlas mengharap pahala dan ridha-Mu atas puasaku dan shalat malamku. (Ya Allah), anugerahilah aku di bulan Ramadan ini kesungguhan hati, ketekunan, kekuatan, dan semangat. (Ya Allah), lindungilah aku di bulan Ramadan ini dari kebosanan, lemah lesu, kemalasan, dan banyaknya kantuk. (Ya Allah), berikanlah aku taufiq agar aku mendapatkan lailatul qadar di bulan Ramadan ini, dan jadikanlah (pahala di malam itu) lebih baik dari seribu bulan."
4. Doa Memohon Ampunan di Bulan Ramadan
Doa ini diriwayatkan oleh Abu ‘Utsman an-Nahdi, yang menceritakan bahwa Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, Ramadan telah datang, apa yang sebaiknya aku ucapkan?", dan Rasulullah SAW menjawab:
اللهمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan, mencintai 'maaf', maka maafkanlah diriku." (Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabarani, Kitab ad-Du'aa, hal. 1226-1227).
Tata Cara Membaca Doa Menyambut Ramadan
- Membaca dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.
- Dibaca menjelang masuknya bulan Ramadan, terutama saat melihat hilal.
- Dapat dibaca kapan saja di hari-hari menjelang Ramadan, baik setelah shalat maupun di waktu mustajab lainnya.
- Dapat dibaca secara sendiri maupun berjamaah, sesuai dengan kondisi dan kebiasaan masing-masing.
Demikianlah informasi terkait doa sebelum Ramadan tiba. Dengan membaca doa-doa di atas, kita berharap dapat menjalani ibadah puasa dengan penuh keberkahan serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini