Viral di media sosial video seorang ibu diturunkan dari KRL karena anaknya rewel sepanjang perjalanan. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @terangmedia, tampak seorang ibu berusaha menenangkan sang anak yang terus menerus menangis dan mengamuk.
Terlihat pula petugas KRL yang berada di dekat ibu dan anak tersebut. Saat pintu terbuka, ibu tersebut langsung menggendong anaknya dan turun dari kereta.
Dalam narasi yang dituliskan, ibu dan anak itu dipaksa turun karena mengganggu penumpang lain. Tentu saja narasi tersebut memancing komentar para netizen.
"tega bgt itu petugasnya. bukannya bantuin malah diturunin. blm ngerasain punya anak tantrum ya," tulis netizen.
"Diturunkan !!! Emang ada peraturannya anak rewel harus di turunkan," ketus netizen.
"Tolong di perbaiki kebijakan pt kai.. harusnya ada bantuan untuk ibu itu bukan malah di turunkan...," sahut lainnya.
Netizen lain yang mengaku berada di dalam KRL bersama ibu dan anak tersebut memberi pengakuan berbeda. Menurutnya, petugas KRL tidak memaksa ibu dan anak tersebut untuk turun melainkan atas keinginan ibu itu sendiri karena anaknya tak bisa ditenangkan.
"Halo selamat sore semuanya, sedikit informasi aja buat semuanya agar tidak ada kesalahpahaman yang betul betul kejadian di kereta real nya itu sperti apa jadi gini, kebetulan disitu saya petugas nya untuk anak ibu itu sudah nangis dari berangkat stasiun bojonggede gara gara dibangunkan sama ibunya sendiri dan anak tersebut langsung rewel/nangis nya ga diemm diemm sampai sudah di bantu hibur ini itu semuanya tetep ga bisa dan makin jadi nangisnya," ungkap seorang netizen.
"ibu dan anak tersebut menjadi pusat perhatian lalu ibu tersebut pun memutuskan untuk turun di stasiun Depok lama agar anaknya tenang dulu biar anak nya diam, bukan nya saya semata mata main nurunin gtu aja nyuruh turun ibu tersebut atau gimana dikarenakan di dalam krl itu banyak penumpang lain juga ada yang sedang tdur dan lainnya terimakasih," imbuhnya.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Palestina, Pratama Arhan Sudah Kantongi Kekuatan Lawan
"pihak kci udah klarifikasi kalo ibu tsb turun sendiri bukan dipaksa turun ya. narasinya bikin ribut aja ni berita," tulis netizen lain.
Faktanya, ibu dan anak itu tidak dipaksa turun oleh petugas. Dikarenakan sang putra yang tak berhenti menangis, ibu tersebut akhirnya memutuskan turun dari KRL untuk menenangkan anaknya terlebih dahulu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mars Gelontorkan Rp48 Miliar untuk Program Komunitas Kakao di Indonesia
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BCA untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
-
ICW Desak PT Agrinas Pangan Nusantara Buka Informasi Pengadaan Pikap untuk Koperasi Merah Putih
-
Sadisnya Mahasiswa UIN Suska Ingin Habisi Wanita Dicintai, Siapkan Kapak dan Parang
-
Sosok Hitam di Lantai 18
-
Modal Pesta Gol, Beckham Putra Optimistis Persib Tundukkan Persebaya
-
5 Rekomendasi Motor Listrik Murah untuk Wanita, Mulai Rp3 Jutaan
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026: 9 Pilihan Mobil Nissan 60 Jutaan, Cocok Bawa Keluarga Besar ke Kampung
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar