Selebtek.suara.com -Setelah menunnggu cukup lama akhirnya film Satria Dewa: Gatotkaca yang merupakan franchise perdana dari Semesta Satria Dewa, dirilis di layar bioskop.
Film yang dibesut sutradara Hanung Bramantyo dibintangi Rizky Nazar, Yasmin Napper, Daniel Adnan, serta dua aktor laga yang sudah berhasil go international: Yayan Ruhiyan dan Cecep Abdul Rahman.
Tokoh Gatotkaca sendiri bukan merupakan tokoh asing dalam kehidupan saya. Saya mengenal sosok salah satu putra Bima ini sejak duduk di bangku sekolah dasar pada era 80-an lewat komik komik Mahabrata hingga Baratayudha karya R. A Kosasih hingga Om Teguh Santosa.
Lantaran itulah ekspektasi saya begitu besar untuk menyaksikan film ini. Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang pemuda bernama Yudha (Rizky Nazar), yang merupakan putra dari pasangan suami istri Arimbi dan Pandega.
Yudha tengah dihadapkan pada kewajiban untuk merawat kedua orangtuanya yang sakit-sakitan di tengah kondisi ekonominya yang tak bagus.
Belakangan diketahui bahwa Yudha merupakan seseorang yang memiliki titisan langsung dari kesatria Gatotkaca asli yang berasal dari klan Pandawa.
Agar dapat menggunakannya, Yudha harus menemukan sebuah benda pusaka di dapat membantu Yudha untuk menggunakan kekuatan dahsyat Gatotkaca.
Di sisi lain Yudha juga bersiap untuk melawan sisa-sisa prajurit Kurawa yang masih hidup di bumi yang berniat menghancurkan dunia meneruskan pendahulunya seperti dikisahkan dalam sejarah perang Bharatayudha.
Ada beberapa hal yang menjadi catatan penting usai menyaksikan film ini Berikut ulasannya.
Catatan Untuk Alur
Menurut saya, penyajian alur cerita terasa terlalu cepat. Hal ini bisa dirasakan saat menyaksikan para karakter protagonis di film ini sepertinya selalu dihadapkan dengan problem baru untuk menghentikan para antaogonisnya.
Upaya menampilkan adegan demi adegan dengan cepat tersebut mungkin ingin menimbulkan kesan alur menegangkan, tapi hal ini malah membuat penilaian yang berantakan.
Sepertinya untuk sekuel kedua, film ini butuh formula baru untuk menyajikan cerita bertema pewayangan yang memang sangat luas.
Kita Mau Nonton Film Bukan Iklan
Kelemahan lain di film ini adalah beberapa adegan yang terasa banget sengaja menyoroti sponsor film ini item secara jelas.
Terlebih saat munculnya karakter seperti Petruk, Gareng, dan Bagong yang diperankan oleh komika Gilang Bhaskara, Indra Jegel, dan Rigen saat berupaya membawa tawa dan meredakan ketegangan cerita.
Sayangnya kehadiran adegan mereka malah merusak keseimbangan adegan dan membuyarkan fokus saya saat menonton film ini
Berita Terkait
-
The Doll Malam Ini: Teror Boneka Ghawiah yang Ganggu Kehidupan Denny Sumargo dan Shandy Aulia
-
Monster Sesungguhnya Adalah Trauma: Mengulas Sisi Gelap Film 'Badut Gendong'
-
Jelang Perilisan, Tom Holland Ngaku Nunggu Hadirnya Spiderman Generasi Baru
-
Writing with Fire Bukan Film, Mengulik Orang-Orang yang Menolak Dibungkam
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis