/
Senin, 13 Juni 2022 | 19:12 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Hari ini, Senin 13 Juni 2022 Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar Operasi Patuh Jaya 2022 selama 14 hari hingga 26 Juni 2022 mendatang secara serentak di seluruh Indonesia.

Melalui pelaksanaan operasi ini diharapkan bisa meningkatkan kedisiplinan warga dalam berlalu lintas dan meminimalisir kecelakaan. Untuk itu masyarakat diminta mempersiapkan kendaraan, fisik, surat-suratnya, taati aturan-aturan yang ada selama berlalu lintas

Dalam Operasi Patuh Jaya 2022 pihak kepolisian menjamin tidak akan mengistimewakan kendaraan yang menggunakan pelat khusus (atau pelat dewa). Kendaraan berpelat khusus yang kedapatan melanggar, akan ditindak. 

Pihak kepolisian bahkan tidak segan-segan mencopot rotator dan pelat khusus di kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2022.

Pada operasi kali ini, ada delapan sasaran penindakan yang menjadi prioritas oleh kepolisian. Apa saja itu?

1. Melawan arus

Perbuatan melawan arus melanggar Pasal 287 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan ancaman sanksi denda maksimal Rp 500 ribu.

2. Knalpot bising atau tidak sesuai standar

Dijerat dengan Pasal 285 ayat (1) juncto Pasal 106 ayat (3) UU LLAJ dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

3, Kendaraan memakai rotator tidak sesuai peruntukan khususnya pelat hitam

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dijerat dengan Pasal 287 ayat (4) UU LLAJ dengan sanksi pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.

4. Balap liar dan kebut-kebutan

Aksi balap liar akan dijerat dengan pasal 297 juncto Pasal 115 huruf b UU LLAJ dengan sanksi kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda maksimal Rp 3 juta.

5. Menggunakan HP saat berkendara

Penggunaan ponsel saat berkendara dikenai Pasal 283 UU LLAJ dengan sanksi denda maksimal Rp 750 ribu

Load More