/
Minggu, 19 Juni 2022 | 14:37 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Nikita Mirzani sempat ramai diperbincangkan karena sempat berurusan dengan polisi. Rumahnya sempat didatangi pihak polisi karena ingin menangkapnya.

Namun, bukannya pasrah, perempuan berusia 36 tahun itu malah menolak karena ia ingin didampingi pengacara. Setelah 10 jam menunggu di depan rumah Nikita, penyidik memutuskan balik kanan.

Nah di tengah ramainya perbincangan tersebut, Sugi Nur Raharja atau Gus Nur mengucapkan terima kasih ke Nikita Mirzani. Ia mengatakan kalau Nikita sudah membongkar topeng hukum di Indonesia.

"Katanya semua di mata hukum sama? apa sih bedanya? Kenapa dengan Habib Rizieq diborgol, Nikita cuma muter-muter di depan rumah? Dimana kesetaraan hukum?" kata Gus Nur melansir dari YouTube Gus Nur 13 Official.

Gus Nur mengaku heran dengan sikap petugas karena tampak tak berdaya di hadapan Nikita. Sementara saat menghadapi para ulama, mereka tampak garang. Bahkan Nikita masih bisa selfie dan berkacak pinggang saat polisi mengepung rumahnya.

"Gimana Pak Kapolri, Pak Polisi semua dari Kapolri sampai Kapolsek, Anda makan hidup ada uang rakyat, UU menuntut polisi harus netral, adil. Tapi gimana seperti ini? Jadi bukan hanya urat malu putus tapi urat iman putus anda ini," ujar Gus Nur, melansir Suaralampung.id, Sabtu (18/6/2022).

Mmenurutnya tindakan polisi dalam proses penangkapan Nikita dengan dirinya berbeda jauh. Ia mengatakan kalau polisi datang ke rumahnya setelah tiga hari laporan masuk.

"Dijemput di rumah jam 23.30 WIB, saya lagi bekam. Tiba-tiba polisi masuk ke dalam. Kamera, laptop, wiFi di meja kantor dicabuti. Ringkas, singkat se singkat-singkatnya. Hari itu juga saya dibawa ke Jakarta," katanya.

Hal itu sangat berbeda ketika proses penangkapan Nikita Mirzani. Polisi tak memaksa masuk seperti saat penangkapan dirinya. Gur Nur memandangnya sebagai sesuatu yang luar biasa.

"Kalau saya lihat Nikita Mirzani luar biasa. Dia begini (berkacak pinggang) di depan polisi. Kalian dibayar berapa? coba dan polisinya seperti itu (menunduk). Kalau menghadapi ulama, aktivis, menghadapi saya garang sekali kalian ini, jahat sekali kalian ini. tapi menghadapi Nikita keliatan begitu (menunduk)," tegasnya. (*)

Load More