/
Rabu, 13 Juli 2022 | 17:25 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Masalah yang menyelimuti Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengancam nasib 1.000 orang yang bekerja di organisasi filantropi tersebut. Bahkan gaji mereka untuk bulan Juli terancam tidak dibayarkan.

Dilansir dari suara.com, seorang pekerja ACT, Radit (bukan nama sebenarnya) mengatakan kalau proses hukum yang dilakukan terhadap ACT membuatnya tidak bekerja lagi. Bahkan informasi PHK massal pekerja disampaikan manajemen beberapa hari lalu.

"Sejak itu kami sudah tidak bekerja lagi," kata Radit pada Rabu (12/7/2022)

Radit mengatakan ACT bukan hanya sekadar tempat mencari hidup secara ekonomi, melainkan juga mengabdi kepada kemanusiaan. Penyelewengan dana yang dilakukan segelintir orang di dalam ACT pun membuatnya kecewa. Padahal di tingkat paling bawah, banyak pekerja yang iklas memberikan waktu dan tenaga.

"Kecewa, karena ulah segelitintir orang, ACT terancam bubar. Padahal kami pekerja paling bawah, iklas memberikan tenaga dan waktu kami demi kemanusian. Melihat kasus yang sekarang kami hanya mengelus dada," tutur Radit.

Sementara soal kabar PHK masal yang dilakukan ACT belum mendapat jawaban dari Head of Media & Public Relations ACT, Clara pada Rabu (13/7/2022) yang telah dihubungi Suara.com melalui WhatsApp.

Saat ini pemerintah sudah membekukan 60 rekening ACT oleh PPATK di 33 jasa keuangan untuk sementara pada Rabu (6/7/2022) lalu hingga pencabutan izin oleh Kementerian Sosial (Kemensos) yang membuat segala aktivitas di lembaga dihentikan, termasuk penyaluran bantuan.

Sementara itu pada Selasa (12/7) malam kemarin, mantan Presiden ACT, Ahyudin menyatakan siap jika ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan di Direkrorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal (Dittipideksus Bareskrim).

"Demi allah ya, saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun. Asal semoga ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang Insya Allah lebih besar manfaatnya untuk masyarkat luas tetap bisa hadir, eksis, berkembang, dengan sebaik-baiknya," kata Ahyudin kepada wartawan, Selasa (12/7/2022). (*)

Baca Juga: Dear Kreator Konten, Ini 6 Cara Mudah agar Kontenmu Viral

Sumber: Suara.com

Load More