Selebtek.suara.com - Sebanyak 3,4 ton beras paket bantuan sosial (bansos) Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikubur sebuah lahan dekat gudang JNE, kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Pemilik lahan, Rudi Samin menyebut JNE menggali dan menimbun bansos tanpa meminta izin padanya.
Rudi Samin mengungkapkan hal tersebut berani dilakukan karena JNE dibekingi oknum TNI.
"Itu pihak JNE dibekingi oleh oknum, sehingga dia berani," kata Rudi Samin saat diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Rabu (3/1/2022).
Menurut Rudi, oknum TNI tersebut berinisial S dan I. Mereka juga kerap melakukan pungutan liar terhadap pedagang di sekitar lokasi.
"Semua orang-orang yang berjualan di situ sekitar 50 kios itu bayar kepada oknum tersebut," ungkapnya.
Sebelumnya pada Senin (1/8/2022) lalu, JNE telah diperiksa penyidik Polres Metro Depok terkait kasus ini. Mereka mengklaim beras yang ditimbun tersebut dalam keadaan rusak dan telah diganti ke pemerintah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, pernyataan terkait beras rusak dan sudah diganti itu hanya sebatas kesaksian lisan dari pihak JNE saat diperiksa penyidik.
"Keterangan ini belum didukung dokumen. Jadi ini masih keterangan secara lisan," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/8/2022).
Selain memeriksa pihak perwakilan JNE, kata Zulpan, penyidik juga telah memeriksa perwakilan dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: Kevin Sanjaya Sukamuljo, dari Karir, Prestasi hingga Kehidupan Pribadi
"Penyidik Polres Depok melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap beberapa pihak yang hari ini sudah dilakukan di antaranya dari pihak Kemensos, JNE Pusat dan JNE Depok," katanya.
Namun Rudi Samin selaku pemilik lahan bereaksi dan menyatakan ada beras yang dalam kondisi bagus. Bahkan, dia menyatakan beras yang terpendam di lahannya masih layak untuk di konsumsi.
"Beras yang bagus dibawa ke Polres masih layak untuk dimakan, dikonsumsi, beras bukan buat warga sini, buat luar daerah Kalimantan, Sulawesi, NTT, Sumatera, Lampung, Bali, Maluku, Irian," kata Rudi di lokasi penimbunan, Rabu (3/8/2022).
Sementara itu, polisi belum bisa memastikan apakah beras yang dipendam itu karena rusak atau tidak.(*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL