Selebtek.suara.com - Sebuah kuburan masal ditemukan di Kota Izium wilayah Kharkiv. Di sana ditemukan beberapa mayat dengan kondisi tangan terikat di balik punggung.
Hal ini membuat presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali menuduh Rusia melakukan kejahatan perang di wilayah timur laut Ukraina.
Ia mengklaim sejaih ini sudah ada 450 mayat yang dikubur di wilayah Kharkiv. Zelenskyy mengatakan wilayah ini adalah tempat kedua Rusia melakukan kejahatan perang setelah Bucha.
Bucha adalah kota dekat Kiev di mana pasukan Rusia dituduh melakukan kejahatan di awal peperangan. Namun Moskow menolak tuduhan itu.
Saat ditanya soal bukti kejahatan perang yang dituduhkan Zelenskyy menjawab semuanya ada di Kharkiv.
"Semua ada di sana... Ada sejumlah bukti, dan penilaian sedang dilakukan (oleh) Ukraina dan internasional. Ini sangat penting bagi kami, bagi dunia untuk mengakui ini," katanya.
Saat ini Moskow belum menanggapi tuduhan yang dilontarkan Ukraina. Namun mereka sudah berkai-kali membantah mengincar warga sipil dalam agresi militer di Ukraina, yang mereka ssebut "operasi militer khusus".
Sementara itu Zelenskyy yang mengunjungi Izium pada Rabu (14/9/2022) mengulangi permintaannya ke negara-negara Barat agar menambah bantuan senjata ke Ukraina.
"Kami ingin lebih banyak bantuan dari Turki, kami ingin lebih banyak bantuan dari Korea Selatan. Lebih banyak bantuan dari dunia Arab. Dari Asia," katanya.
Baca Juga: Mental Pemain Telah Siap, Shin Tae-yong: Waktunya Menang Lawan Vietnam
Ia juga sempat menyinggung soal Jerman yang tidak mau memasok senjata ke negaranya. Menurut Zelenskyy itu karena Jerman punya hambatan psikologis tertentu. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tren Audio Open-Ear Makin Populer, HAKII Resmi Hadir di Indonesia lewat Blibli
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
MC Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Minta Maaf Usai Videonya Viral
-
Nalar yang Hilang di Kamar Kos, Menguak Tabir Tragedi 11 Bayi di Sleman
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026