/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:26 WIB
Ferdy Sambo (Suara.com/Alfian Winanto)

Selebtek.suara.com - Ferdy Sambo mengakui telah membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Ia mengatakan harus menghabisi nyawa ajudannya itu karena rasa cinta kepada Putri Candrawathi.

"Saya lakukan ini karena kecintaan saya kepada istri saya," kata Sambo kepada wartawan di Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (5/10/2022).

Sambo menyebut dirinya sudah tidak bisa berkata-kata lagi atas perbuatan Brigadir J saat berada di Magelang. Mantan Kadiv Propam ini mengaku hilang kendali karena tersulut emosi dan amarah.

"Saya tidak tahu bahasa apa yang dapat mengungkapkan perasaaan, emosi, dan amarah akibat peristiwa yang terjadi di Magelang," jelas dia.

Ferdy Sambo juga mengaku hatinya sangat hancur mendengar tindakan Brigadir J terhadap istrinya.

"Kabar yang saya terima sangat menghancurkan hati saya," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ferdy Sambo mengaku menyesal telah membunuh Brigadir J dan siap menjalani proses hukum. Menurutnya, Putri Candrawathi tidak bersalah dan hanyalah korban dalam perkara.

"Saya sangat menyesal," kata Sambo kepada wartawan di Kejagung, Rabu (5/10/2022).

"Saya siap menjalani proses hukum, istri saya tidak bersalah, tidak melakukan apa-apa dan justru menjadi korban," papar dia.

Baca Juga: Dibubarkan Emak-emak, Anak Sekolah Ini Langsung Pergi : Berisik Lu Bu!

Selain mengaku menyesal, Ferdy Sambo juga menyampaikan permintaan maaf kepada ayah dan ibu Brigadir J.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pihak yang sudah terdampak atas perbuatan saya termasuk ibu dan Bapak dari Yosua," ungkap Sambo.(*)

Sumber: Suara.com

Load More