/
Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:02 WIB
Penampakan massa PA 212 saat demo tolak kenaikan BBM di kawasan Patung Kuda, Jakarta (suara.com)

Selebtek.suara.com – Pasukan 212 kembali akan menggelar reuni pada tanggal 4 November mendatang. Reuni kali ini akan diadakan di depan istana dan membahas mengenai 3 perkara.

Tiga perkara yang dimaksud adalah turunkan harga BBM, turunkan harga-harga dan tegakan supremasi hukum. Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini rencananya akan diadakan bersama Gerakan Nasional Bela Rakyat (GNPR) dan bermaksud menggelar reuni Aksi 411.

Dilansir dari Wikipedia, pada awalnya Gerakan 212 merupakan Aksi 2 Desember yang terjadi pada 2 Desember 2016 di Jakarta. Sekitar dua juta orang dari seluruh Indonesia berkumpul untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan penistaan agama.

Aksi ini tentunya mendapat berbagai komentar dari masyarakat, sebagian besar menganggap aksi ini akan menyulitkan orang-orang karena akan menyebabkan kemacetan. 

“Bikin macet,” komentar kaligisnexen

“Mereka mikir ga sih? Kalau ada anak sekolah yang sekolahnya di daerah situ.. mereka mau pulang nya gmn kalau kejebak macet, yang khawatir kan Orangtua nya takut kenapa Napa... Hadeh,” tulis stieven.lie

“Jangan hari kerja dong kalo bisa hari minggu aja pas semua libur kerja aja,” komentar @bhudy_pamungkas

“Demo puluhan orang tiap hari aja,tiap sore daerah Monas macet parah,” kata @radachi_nugroho

“Bikin macet doang,tujuanya kaga jelas..,” komentar kia_aristaaa

Baca Juga: Diduga Bahas Pencabutan Laporan, Lesti Kejora dan Rizky Billar Datang Temui Penyidik

“salah satu penyebab macet yg sulit diatasi,” tulis daffashidqi.f.

Aksi yang sudah digelar beberapa kali ini sebelumnya sempat tidak mendapat izin dari tim terkait, salah satu penyebabnya karena pandemi covid-19 yang masih terus menjadi ancaman di Indonesia.(*)

Load More