Selebtek.suara.com - Kasus gagal ginjal pada anak hingga kini masih menjadi perbincangan hangat. Apalagi dugaan penyebabnya adalah obat sirup yang biasa dikonsumsi dan dijual bebas di pasaran.
Mencoba melakukan penelusuran, kini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan dua perusahaan farmasi yang diduga memproduksi obat dengan bahan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) sangat tinggi.
BPOM bersama kepolisian kemudian memperkarakan dua perusahaan tersebut ke ranah hukum.
"Bidang tindakan darai Badan POM sudah kamu tugaskan untuk masuk ke industri farmasi tersebut, bekerjasama dengan kepolisian dan akan segera melakukan penyidikan untuk menuju pada pidana," kata Penny saat konferensi pers di Istana Negara, Senin (24/10/2022).
Bukan hanya melebihi batas maksimal atau tolerable daily intake (TDI) 0,5 miligram per kilo berat badan per hari, kadar EG dan DEG yang dproduksi perusahaan farmasi tersebut sangat berbahaya sehingga mampu mematikan bagian tubuh, terutama pada anak.
Namun, Penny enggan menyebut perusahaan mana yang akan dilaporkan. Ia hanya meminta masyarakat bersabar karena kasus sedang dalam proses investigasi oleh pihak terkait.
Di Indonesia, kasus gangguan ginjal muncul sejak Januari 2022, yang melonjak di bulan Agustus hingga sekarang.
Terdapat lebih dari 200 orang jadi korban yang mengonsumsi obat sirup yang diduga mengandung bahan berbahaya. (*)
Baca Juga: Profil Rishi Sunak, PM Inggris Baru Berdarah Asia Pengganti Liz Truss
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Review Marty Supreme, Film dengan 9 Nominasi Oscar yang Siap Tayang di Bioskop Indonesia
-
Maarten Paes Jadi Tembok Sulit Ditembus, Pelatih NEC Frustasi: Harusnya Kami Menang!
-
32 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Ramadan dan Imlek
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Jalan Perbatasan Lebak-Bogor Rusak Parah, Menko AHY: Saya Cek Langsung dan Dorong Perbaikan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari 2026, Klaim Hadiah Gratis di Event Ramadan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berburu Takjil Hingga Produk Lokal, Festival Ramadan Hadir di Stadion Pakansari dan Tegar Beriman
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan