Selebtek.suara.com - Beberapa tahun lalu, aplikasi tiktok sempat mendapat cibiran dari beberapa orang karena dinilai tidak memiliki manfaat. Bahkan artis tikok yang dahulu terkenal seperti Bowo Alpenliebe sempat dihujat karena video-videonya yang dinilai tidak berfaedah.
Berbeda dengan saat ini, tiktok dinilai menjadi media yang cukup memiliki nilai edukasi dan hiburan. Selain itu, banyak pula konten kreator tiktok yang menjadikan platform ini sebagai media untuk meraup pundi-pundi uang.
Selain berjualan, juga ada beberapa orang yang aktif meminta sumbangan melalui fitur live streaming tiktok. Hal ini seperti yang dilakukan oleh beberapa pengungsi Suriah. Kebanyakan dari pengungsi yang melakukan aktivitas ini yaitu mereka yang berada di wilayah Barat Daya Suriah.
Seperti yang kita ketahui, Suriah saat ini sedang dilanda peperangan hingga banyak orang-orang yang harus mengungsi dari rumah mereka. Beberapa dari orang-orang tersebut terpaksa tidur di camp pengungsian.
Karena sedang dilanda konflik, para pengungsi Suriah ini pun tentunya kesulitan mencari uang. Mereka pun mulai mencari kreatifitas lain yaitu dengan melakukan live streaming di aplikasi Tiktok.
Namun live streaming yang dilakukan seolah mengemis dan meminta belas kasihan. Para pengungsi yang melakukan live streaming tersebut difasilitasi oleh seseorang yang disebut The Middleman. The middleman akan memenuhi semua kebutuhan para pengungsi untuk melakukan live streaming mulai dari handphone, paket internet dan alat-alat pendukung lainnya.
Dalam live streaming tersebut, biasanya anak-anak berperan aktif dalam meminta donasi. Mereka mengulangi beberapa kalimat dalam bahasa Inggris yang sebelumnya sudah diajarkan.
Dalam sekali live streaming, pengungsi Suriah bisa mendapatkan sekitar 1000 dollar. Walaupun jumlah donasi yang mereka terima cukup banyak namun menurut BBC dana yang didapat oleh akun tersebut hanya sekitar 30 persen dari total donasi yang diterima.
Sayangnya, dari 30 persen yang diterima itu, sebagian dana juga harus diberikan kepada The Middleman yang menjadi fasilitator live streaming tersebut. Saat ini dikabarkan akun-akun live streaming para pengungsi Suriah tersebut kini sudah di blokir oleh tiktok.(*)
Baca Juga: Di Mata Ambu Anne Suami Melanggar Syariat Islam, Dedi Mulyadi: Itu Bukan Konsumsi Publik
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Rayakan Juara, Suporter PSG Malah Bentrok dengan Polisi, 426 Orang Ditangkap
-
Dinasti Politik Tak Lagi Vulgar Ala Orba, Kini Lebih Licin dan 'Main Cantik'
-
Pakar Sebut Hakim PN Jakpus Bisa Kabulkan Gugatan LCC Empat Pilar MPR, Jadi Terapi Kejut
-
KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo
-
Ray Rangkuti Sentil Mentalitas '5D' DPR: Datang, Duduk, Duit, dan Jadi Jubir Pemerintah
-
Dikenal Couple Goals, Vilmei Resmi Umumkan Putus dari Willie Salim Setelah 6 Tahun Bersama
-
Dorohedoro Season 3 Resmi Digarap, MV untuk Lagu Zettai MUST Danmen Dirilis
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik
-
Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Mikel Arteta Didesak Tendang Pemain Ini
-
Executive Talk: Strategi SiCepat Hadapi Tantangan Industri Logistik 2026