Selebtek.suara.com - Pedangdut Dewi Perssik menjalani mediasi dengan haters yang menyebutnya mandul di Polres Depok pada selasa (20/12/2022).
Dewi Perssik menyebut sempat bersitegang dengan haters berinisial MZ itu. Ia geram lantaran haters tidak bisa membuktikan hinaan yang menyebut pedangdut itu mandul.
"Kita sempat berantem. Tapi terus (berdamai). Ya kan dia ngotot, ya aku ngotot juga," ujar Dewi Perssik dikutip dari YouTube Cumicumi, Rabu (21/12/2022).
Meski sempat tegang, mediasi berjalan dengan lancar. Haters berinisial MZ itu telah meminta maaf atas hinaan kasar yang membuatnya terjerat kasus pencemaran nama baik dan fitnah.
"Ya semuanya harus pakai bukti ya jangan ikut-ikutan. Ya dia gak bisa membuktikan ya sudah. Kalau proses mau dilanjutkan ya 4, 5 tahun. Maunya gimana?" ungkap Dewi Perssik.
"Dan dia dengan berkaca-kaca minta maaf bla-bla dan lain-lain," imbuhnya.
Artis yang akrab disapa Depe ini mengaku terenyuh dengan permintaan maaf MZ. Ia pun mempertimbangkan untuk memaafkan dan tidak melanjutkan proses hukum terhadap haters tersebut.
"Sudah gak (melanjutkan proses), karena dia sudah minta maaf, suaminya juga anak-anaknya pun juga semua," kata Dewi Perssik.
Namun, pengacara Dewi Perssik, Sandy Arifin masih meminta waktu untuk memikirkan keputusan kliennya. Menurutnya, permohonan maaf MZ harus dilihat kembali apakah tulus atau tidak.
Baca Juga: 23 HP Xiaomi dan Redmi yang Tak Dapat MIUI 14, Mau Merasakan Fitur Barunya? Buruan Ganti
"Kalau kata bang Sandy harus dilihat dulu ketulusannya benar atau nggak kalau saya pribadi apa kata lawyer saya," lanjut Depe.
Depe tak memungkiri dirinya mudah terenyuh apalagi melihat video permintaan maaf anak-anak MZ. Ia pun mengaku dilema dengan sifatnya itu.
"Kalau kmrn itu kan aku masih terus (lanjut) sampai sekarang. Ini aku melihat video anak-anak itu kayanya nggak (meneruskan)," tutur Depe
"Kalau bang Sandy 'kita lihat' kalau saya pribadi sih nggak," imbuhnya.
Menurut salah satu pengacara Dewi Perssik, timnya akan melihat perkembangan untuk menentukan langkah hukumnya selanjutnya mengingat mediasi baru berjalan sekali.
"Karena mediasi baru berlangsung sekali, apa maunya pelapor dan terlapor. Dan akan dipikirkan kembali," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Sinopsis Ten Strokes to You, Drama Terbaru Shison Jun dan Nimura Sawa
-
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Kurangi Plastik Sekali Pakai
-
BRI Integrasikan Alipay ke QRIS, Permudah Transaksi Cashless Wisatawan
-
Asap Hitam Menyelimuti Kota Rio, Kebakaran Hebat Stadion Picu Kepanikan Warga
-
Sahabat Sejati, Fajar Sadboy Ungkap Peran Amanda Manopo setelah Alami Kecelakaan
-
Dari Rumah di Makassar, Brand Fashion Cambridge Laris di Pasar Online Nasional
-
Purbaya Kecolongan soal Motor Listrik MBG, Ada Miskom dengan Anak Buah
-
Peluncuran Game James Bond 007 First Light untuk Switch 2 Ditunda, PC Sesuai Jadwal
-
Leicester City Resmi Mendapat Pengurangan 6 Poin usai Banding Ditolak
-
Anatomi Gaji Minimum: Menghitung Sisa Hidup di Balik Angka-Angka Mustahil