/
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:21 WIB
Ilustrasi bom meledak (Shutterstock)

Selebtek.suara.com - Ada peristiwa yang menghebohkan di Pakistan. Sebuah ledakan besar terjadi di sebuah masjid di kawasan Police Lines pada Senin (31/1/2023).

Dilansir BBC, Senin (31/1/2023) korban tewas dari ledakan tersebut meningkat hingga 100 orang. Dari jumlah tersebut 97 adalah anggota polisi.

Bom bunuh diri ini adalah yang terbesar sejak dua pengeboman bunuh diri di Gereja All Saints di September 2013. Kelompok Taliban pun dituduh sebagai pelakunya.

Namun pada kasus pengeboman kali ini kelompok militer membantah hal tersebut. Mereka justru menuduh faksi sempalan yang melakukannya.

Evakuasi korban bom bunuh diri di sebuah masjid di Pakistan, Senin (30/1/2023) waktu setempat. (Foto: AFP) (sumber:)

"Teroris ingin menciptakan ketakutan dengan menargetkan mereka yang menjalankan tugas membela Pakistan," kata Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Dia mengumumkan hari berkabung nasional.

Pada hari Selasa, tim penyelamat bergegas untuk mengambil jemaah yang terkubur di reruntuhan, mengeluarkan sembilan orang hidup tetapi menemukan lebih banyak dari yang mati.

Hal yang cukup menggegerkan lainnya yakni masjid ini terletak di kawasan yang memiliki penjagaan cukup ketat. Karena berdekatan dengan markas polisi dan kantor intelijen dan anti-terorisme. 

Sharif menegaskan serangan ini "tidak ada hubungannya dengan Islam". Dia menambahkan, "Seluruh bangsa berdiri bersatu melawan ancaman terorisme."

Peristiwa pengeboman ini terjadi satu hari sebelum perwakilan IMF tiba di Islamabad untuk membicarakan dana talangan 7 miliar dolar (sekitar Rp 105,3 triliun) yang macet. (*)

Baca Juga: Kondisi Kesehatan Menurun, Yuna ITZY Batalkan Semua Jadwal Kegiatan

Load More