/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 14:34 WIB
Viral di TikTok! Ini Arti Body Count yang Sebenarnya, Ada Aroma Seksual Bernada Negatif di Sana (Istimewa)

Selebtek.suara.com - Istilah body count belakangan viral di jagat maya dan menjadi buah bibir di TikTok. Penasaran dengan body count? simak ulasannya di sini! 

Istilah ini secara harafiah memiliki arti jumlah tubuh. Istilah body count sering digunakan untuk mengungkap peristiwa terkait jumlah korban jiwa seperti dalam kecelakaan, bencana alam, atau perang.

Namun istilah 'body count' yang viral di jagat maya kali ini rupanya mempunyai makna yang berbeda dengan istilah harafiah seperti di atas. Istilah di media sosial maknanya menjadi bahasa gaul atau bahasa slang yang lebih terkesan negatif.

Melansir Distractify, seperti dikutip dari CNN Indonesia, bahasa gaul 'body count' memiliki arti jumlah orang yang sudah pernah diajak berhubungan seksual. Istilah ini dipakai para pengguna TikTok untuk menanyakan berapa jumlah orang yang sudah berhubungan badan dengan pengguna lainnya.

Fenomena ini mulai tren pada tahun 2020 silam dari salah satu pengguna TikTok yang mewawancara orang-orang tak dikenal di jalan untuk menanyakan jumlah orang yang pernah berhubungan seks atau body count. Hal ini kemudian mulai masuk ke dalam For You Page (FYP) pengguna TikTok lain sehingga viral. 

Meski viral, konten itu mendapat tanggapan buruk karena dianggap telah menginvasi ranah pribadi seseorang, apalagi yang tidak dikenal sama sekali. Kendati demikian, istilah gaul 'body count' ini memang sudah cukup lama terkenal di luar Indonesia sebelum trending di TikTok hingga viral.

Penggunaan istilah ini sempat mengundang kritik. Umumnya, pertanyaan soal hubungan seksual dianggap privasi dan tidak seharusnya ditanyakan oleh orang asing.

Hanya saja, ada beberapa pengguna TikTok yang tidak menganggap hal ini menjadi masalah. Mereka justru menganggapnya sebagai candaan.

Menurut dosen senior sekaligus penulis spesialis dalam gender dan seksualitas Lauren Rosewarne, keingintahuan seputar 'body count' pada seseorang timbul dari keinginan mereka untuk membandingkan kemampuan dirinya dengan orang lain.

Baca Juga: Miliki Body Aduhai, Wulan Guritno Ngaku Banyak Godaan dan Sulit Menghindari Karena Hal Ini

"Pada dasarnya, manusia memiliki rasa penasaran terhadap manusia lain. Kami tertarik dengan kehidupan pribadi mereka dan rahasia tergelap mereka," kata Rosewarne, melansir ABC.

Sementara itu dari sisi medis, kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual bisa menjadi sarana penularan penyakit infeksi menular seksual (IMS). Hal ini dilaporkan oleh The English Longitudinal Study of Aging, melansir Medical News Today.

Para peneliti mengungkap temuan bahwa memiliki 10 atau lebih pasangan seksual seumur hidupnya meningkatkan risiko diagnosis kanker, dibandingkan dengan memiliki satu pasangan seksual atau tidak sama sekali.

Load More