/
Rabu, 25 Mei 2022 | 20:28 WIB
Doc. Semarang.suara.com

SUARA SEMARANG - Tiga siswi SMP pelaku dalam pengeroyokan atas temannya sendiri dengan cara bullying kekerasan fisik langsung dikeluarkan dari sekolah mereka.

Kabar terbaru kasus bullying siswi SMP telah dikeluarkan dari sekolah diinformasikan langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.

Hendrar Prihadi yang merasa prihatin, langsung memberi perintah Kepala Dinas Pendidikan untuk bisa mengeluarkan siswa yang terlibat kasus bullying dari sekolah.

“Kepala Disdik saya minta untuk mengeluarkan mereka dari sekolah dan pindah sekolah agar mereka bisa jera,” katanya.

Hendrar Prihadi juga mengaku sangat kecewa dengan kejadian bullying tersebut.

Menurutnya, kejadian bullying dengan kekerasan fisik tersebut telah mencoreng institusi pendidikan sebagai tempat mendidik budi pekerti dan rasa nyaman pelajar.

Apalagi, Kota Semarang yang bepredikat Kota Ramah Anak, telah terkotori dengan perilaku pelajar siswi sebuah SMP berplat merah tersebut.

“Jika ada yang seperti kejadian tersebut maka saya bilang ini oknum dan oknum ini harus kita bina lebih baik lagi dan diberi sanksi tegas,” katanya.

Bahwa Kota Semarang tengah mencanangkan gerakan sekolah ramah anak, yakni sekolah sebagai tempat belajar yang aman bagi generasi muda.

Karenanya, Walikota Semarang menyerahkan kasus bullying dengan kekerasn fisik siswi SMP kepapada penyelidikan kepolisian.

Kepada polisi, Hendrar Prihadi meminta untuk mengusut tuntas kejadian bullying kekerasan fisik siswi SMP tersebut.

“Maka saya dukung Polrestabes untuk mengusut tuntas supaya membuat jera tidak hanya pelaku tapi generasi muda lainnya," katanya, Rabu 25 Mei 2022.

“Pak Kapolrestabes tidak perlu sungkan untuk memproses kasus ini, kita dukung. Saya sampaikan jika memang masuk unsur pidana ya silakan diproses,” katanya.

Sebelumnya, terjadi Kasus bullying dengan kekerasan fisik terjadi di Alun Alun Kota Semarang komplek Pasar Johar, viral di media sosial pada Selasa 24 Mei 2022.*

Load More