/
Selasa, 31 Mei 2022 | 20:56 WIB
suara.com

SUARA SEMARANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara soal ramai konvoi Khilafatul Muslimin.

Diketahui, pada Minggu (29/5/2022) pagi ada konvoi yang mengampilkan tulisan Khilafatul Muslimin di Cawang, Jakarta Timur sekitar jam 09.14 WIB.

Menurut Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh dalam menanggapi Khilafatul Muslimin, Indonesia akan tetap berpegang tegung pada Pancasila dan UUD 1945.

"Kita sudah memiliki komitmen untuk menggunakan sistem pemerintahan republik dengan dasar Pancasila dan UUD NKRI tahun 1945. Itu bagian dari ijtihad yang bersifat syari," tegas Niam, Selasa (31/5/2022) dikutip dari PMJ News.

Niam menegaskan, Pancasila dan UUD 1945 tidak bertentangan dengan syariat Islam.

"Faktanya kan kita dalam hidup berbangsa dan bernegara dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar ini nggak ada yang bertentangan dan yang bertolak belakang," tuturnya kembali menegaskan.

Dia menambahkan, negara juga sudah banyak memfasilitasi umat Islam, di antaranya memfasilitasi zakat, haji hingga hewan kurban.

Niam menambahkan negara juga sudah melarang hal-hal yang dilarang agama seperti prostitusi.

Di sisi lain Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya aksi konvoi puluhan motor di Jakarta Timur yang membawa atribut bendera hingga poster bertuliskan Khilafatul Muslimin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan pihaknya telah mengantongi data para pelaku konvoi.

"Jadi Polda Metro Jaya tentunya akan mendalami video tersebut karena kita sudah mendapat data itu terjadi di daerah Jakarta Timur," kata Zulpan kepada wartawan, Senin (30/5/2022).

Lebih lanjut, Zulpan menerangkan pihaknya akan mencari data para pengendara dan pembuat video konvoi itu secara lebih lengkap. Sebelum nantinya akan dilakukan pemanggilan oleh penyidik.

"Kami akan mencari data dulu terhadap pengendara yang nampak dalam video tersebut tentunya kami juga akan memanggil mereka. Kami juga akan menanyakan maksud tujuan. Memberikan edukasi kepada mereka agar tidak menyimpang," bebernya.

Load More