News / Nasional
Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi pawai obor takbiran lebaran. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menyiagakan 1.810 personel untuk mengamankan malam takbiran 2026 di area Jakarta dan sekitarnya.
  • Pengamanan terpusat di Monas, Bundaran HI, serta koridor Sudirman–Thamrin, dengan rekayasa lalu lintas situasional disiapkan.
  • Polda mengimbau masyarakat merayakan takbiran dengan tertib, melarang keras aktivitas konvoi, arak-arakan, dan penggunaan petasan.

Suara.com - Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakanPolda Metro Jaya menyiagakan 1.810 personel untuk mengamankan malam takbiran 2026 di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pengamanan dipusatkan di kawasan Monas, Bundaran HI, serta koridor Sudirman–Thamrin yang diprediksi menjadi titik konsentrasi massa.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan ribuan personel tersebut terdiri dari 1.759 anggota Polda Metro Jaya dan 51 personel Polres.

"Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan malam takbiran berlangsung aman, tertib, dan kondusif," jelas Budi kepada wartawan, Jumat (20/3/2026).

Menurut Budi, ribuan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis berdasarkan pemetaan kerawanan. Penggelaran dibagi dalam beberapa sektor, yakni Sektor A Monas sebanyak 100 personel, Sektor B Monas 274 personel, Sektor C Bundaran HI 533 personel, serta 903 personel untuk pengamanan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Sejumlah titik krusial menjadi fokus penjagaan, di antaranya TL Harmoni, Jalan Veteran, kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Pospol Medan Merdeka Barat, Tenda Putih Monas, Bundaran HI, Dukuh Atas, TL Kebon Sirih, dan TL Sarinah.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di kawasan Monas, Bundaran HI, dan koridor Sudirman–Thamrin. Ratusan personel kamseltibcarlantas disiagakan untuk melakukan pengaturan hingga penguraian arus kendaraan sesuai kondisi di lapangan.

Budi juga mengimbau masyarakat merayakan malam takbiran secara tertib dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti arak-arakan, menyalakan petasan, atau kebut-kebutan liar.

"Pada prinsipnya pengamanan malam takbiran dilaksanakan dengan pendekatan preemtif, preventif, dan persuasif agar masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan aman, nyaman, lancar, serta tetap terwujud keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," pungkasnya.

Baca Juga: Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen

Load More