- Pemerintah Iran berkomitmen mempermudah akses lalu lintas kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz di tengah pembatasan yang berlaku.
- Kepastian tersebut disampaikan setelah pertemuan antara pihak MUI dan Duta Besar Iran di Jakarta pada Senin, 6 April 2026.
- MUI mendesak pihak yang memulai konflik segera menghentikan agresi dan menyerukan masyarakat internasional bertindak tanpa standar ganda.
Suara.com - Di tengah ketatnya pembatasan di Selat Hormuz, Iran dilaporkan telah memberikan komitmen untuk mempermudah lalu lintas kapal-kapal tanker milik Indonesia di jalur perdagangan vital tersebut.
Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis setelah menggelar pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kantor pusat MUI, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).
Menurut Cholil, dalam pertemuan tersebut Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, salah satunya dengan memberikan kelonggaran di Selat Hormuz.
"Iran berkomitmen terus menjalin persahabatan dengan Indonesia termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz," kata Cholil dikutip dari laman resmi MUI.
Menanggapi situasi konflik yang menjadi latar belakang pembatasan tersebut, MUI juga menyampaikan sikap tegasnya.
Melalui Waketum lainnya, Marsudi Syuhud MUI menekankan bahwa tanggung jawab untuk mengakhiri perang harus datang dari pihak yang memulainya, dalam hal ini Israel dan Amerika Serikat.
"Pernyataan yang disarankan adalah kalimat sederhana namun kuat, yakni, 'Saya yang memulai perang, maka saya yang mengakhirinya'," kata Syuhud.
Sikap MUI ini juga dipertegas dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Iran di Jakarta pasca pertemuan.
Dalam rilis tersebut, disebutkan bahwa pimpinan MUI yang hadir mengutuk segala bentuk serangan terhadap negara berdaulat dan menuntut penghentian segera tindakan agresi.
Baca Juga: Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom
"Selain itu, ditegaskan pula perlunya langkah serius dari masyarakat internasional untuk mengakhiri krisis ini tanpa standar ganda," demikian rilis Kedubes Iran di X.
Berita Terkait
-
Ternyata Ini Biang Kerok Atap Terminal 3 Bisa Jebol
-
13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik
-
Donald Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Teheran Siapkan Rudal Besar
-
Tak Hanya Pedagang Kecil, BUMN Ini Juga Mulai Rasakan Kelangkaan Plastik
-
Selat Hormuz Tak Lagi Sama: IRGC Umumkan 'Tatanan Baru' yang Mengancam AS dan Israel
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM