News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB
Kapal tanker Indonesia dikabarkan bakal dipermudah lewati Selat Hormuz. (Instagram)
Baca 10 detik
  • Pemerintah Iran berkomitmen mempermudah akses lalu lintas kapal tanker Indonesia di Selat Hormuz di tengah pembatasan yang berlaku.
  • Kepastian tersebut disampaikan setelah pertemuan antara pihak MUI dan Duta Besar Iran di Jakarta pada Senin, 6 April 2026.
  • MUI mendesak pihak yang memulai konflik segera menghentikan agresi dan menyerukan masyarakat internasional bertindak tanpa standar ganda.

Suara.com - Di tengah ketatnya pembatasan di Selat Hormuz, Iran dilaporkan telah memberikan komitmen untuk mempermudah lalu lintas kapal-kapal tanker milik Indonesia di jalur perdagangan vital tersebut.

Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis setelah menggelar pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kantor pusat MUI, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).

Menurut Cholil, dalam pertemuan tersebut Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, salah satunya dengan memberikan kelonggaran di Selat Hormuz.

"Iran berkomitmen terus menjalin persahabatan dengan Indonesia termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz," kata Cholil dikutip dari laman resmi MUI.

Menanggapi situasi konflik yang menjadi latar belakang pembatasan tersebut, MUI juga menyampaikan sikap tegasnya.

Melalui Waketum lainnya, Marsudi Syuhud MUI menekankan bahwa tanggung jawab untuk mengakhiri perang harus datang dari pihak yang memulainya, dalam hal ini Israel dan Amerika Serikat.

"Pernyataan yang disarankan adalah kalimat sederhana namun kuat, yakni, 'Saya yang memulai perang, maka saya yang mengakhirinya'," kata Syuhud.

Sikap MUI ini juga dipertegas dalam rilis resmi yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Iran di Jakarta pasca pertemuan.

Dalam rilis tersebut, disebutkan bahwa pimpinan MUI yang hadir mengutuk segala bentuk serangan terhadap negara berdaulat dan menuntut penghentian segera tindakan agresi.

Baca Juga: Memo Rahasia: Ayatollah Mojtaba Khamenei Kritis, Koma, Dirawat di Qom

"Selain itu, ditegaskan pula perlunya langkah serius dari masyarakat internasional untuk mengakhiri krisis ini tanpa standar ganda," demikian rilis Kedubes Iran di X.

Load More