SUARA SEMARANG - Beberapa waktu Rob besar melanda Kota Semarang, yang menenggelamkan beberapa kawasan pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan beberapa rumah warga sekitar 3 kelurahan, lalu apa penyebab utama hal ini bisa terjadi?
Dengan adanya Rob besar tersebut Pemerintah Kota Semarang dan berbagai perusahaan dan peneliti, mendapati fakta bahwa penggunaan air tanah sangat berlebihan di daerah kawasa pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Ternyata masalah utama pemicu percepatan rob adalah penurunan muka tanah yang diakibatkan pemakaian air tanah yang berlebihan.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi seusai menandatangani MoU dengan PT. Pelindo soal penggunaan lahan pelabuhan Tanjung Mas untuk membuat Giant Sea Wall Belt (Tembok Raksasa Sabuk Laut) untuk menanggulangi rob di kawasan pelabuhan terbesar di Jawa Tengah.
Wali Kota mengatakan dalam banyak penelitian termasuk yang dilakukan pihaknya dan Pelindo, didapati fakta bahwa penggunaan air tanah di pesisir Semarang cukup besar, terutama penggunaan oleh perusahaan-perusahaan yang berdiri di sana.
"Nah setelah diteliti, perusahaan-perusahaan di sana masih menggunakan air tanah dalam jumlah besar," ujarnya.
Wali Kota mengusulkan pembentukan tim gabungan bersama Pemprov, PDAM, dan beberapa unsur terkait untuk melakukan sosialisasi dan penegakkan hukum.
"Kita perlu membentuk tim gabungan untuk sosialisasi penggunaan air PDAM. Maka kita akan buat rakor dengan pemprov karena pemberian sanksi pelanggaran adalah wewenang pemprov, serta retribusi pengambilan air tanah ada di pemkot, lalu melibatkan PDAM sebagai penyuplai air serta melibatkan unsur-unsur terkait lainnya seperti Satpol PP, kepolisian, dan lain-lain," ujarnya.
Wali Kota sendiri sudah sejak lama merencanakan pembangunan Giant Sea Wall Belt. Bahkan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) telah menyediakan anggaran yang cukup besar. Namun kendalanya adalah lahan yang akan digunakan harus dihibahkan dulu dari Pelindo kepada Pemerintah.
"Jadi sudah sejak lama penanggulangan rob dengan membangun Giant Sea Wall Belt. BBWS sendiri melaporkan anggarannya sudah ada tapi tanahnya belum dihibahkan pelindo ke pemerintah," jelasnya.
"Alhamdulillah setelah melakukan komunikasi intens tadi pukul 11.00 WIB kita sudah melakukan MoU untuk pembangunan dan anggarannya 300 miliar lebih," tutupnya.
Berita Terkait
-
Masa Lalu Terbongkar! Maia Estianty Pernah Panjat Pagar Demi Masuk Kos-kosan
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Arus Kendaraan Mudik Diproyeksi Naik 7%, Bisa Picu Potensi Macet di Pelabuhan
-
Kemenkeu Ubah Kawasan Kumuh Surakarta Jadi Rumah Layak Huni, Gelontorkan Anggaran Rp 4,48 M
-
BPBD Bogor Evakuasi Mobil yang Terseret Banjir Bandang di Sentul
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Nova Arianto Sanjung Peningkatan Mental Timnas Indonesia U-17 di Laga Uji Coba Kedua
-
Umuh Muchtar Optimis Persib Bisa Bantai Ratchaburi Lebih dari 3 Gol di Bandung Nanti
-
Persebaya Surabaya Tumbang dari Bhayangkara, Bernardo Tavares Ungkap Penyebabnya
-
11 Tim Formula 1 Rilis Tampilan Baru Mobil 2026, Mana yang Paling Keren?
-
Jadwal Siaran Langsung Bali United vs Persija, Pertarungan Sengit Dua Tim Terluka di Gianyar
-
7 Kompor Tanam Paling Awet, Pemantik tidak Gampang Macet
-
Kalah dari Inter Milan, Direktur Juventus Kritik Keras Wasit dan VAR
-
Maarten Paes Cadangan Saat Ajax Libas Tim Justin Hubner
-
Bantai Real Sociedad 4-1, Real Madrid Geser Barcelona dari Puncak Klasemen
-
Apa Bedanya Smart TV, Google TV dan Android TV? Ini Rekomendasi Mereknya