- PT ASDP memproyeksikan kenaikan kendaraan Lebaran 2026 sebesar 7 persen, melampaui kenaikan penumpang yang diprediksi hanya 2 persen.
- Puncak arus mudik kendaraan diperkirakan terjadi pada H-4 Lebaran, yaitu 16 Maret 2026, memerlukan peningkatan armada kapal.
- ASDP menyiapkan antisipasi kepadatan seperti penambahan kapal menjadi maksimal 32 unit dan penerapan sistem tunda.
Suara.com - Pergerakan kendaraan pada angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat lebih tinggi dibanding jumlah penumpang. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkirakan kenaikan kendaraan mencapai 7 persen, sementara penumpang hanya naik sekitar 2 persen.
Executive Manager Regional III PT ASDP Indonesia Ferry Lutfi Pratama Adi Subarkah menyampaikan proyeksi tersebut dalam paparan kesiapan angkutan Lebaran lintas Ketapang–Gilimanuk.
"Nah, kalau secara prediksi, semua naik semua, Baik dari penumpang maupun dari kendaraan. Nah kalau dari penumpang kami prediksi naik 2 persen, kalau dari kendaraan kami prediksi naik 7 persen," ujar Lutfi di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, lonjakan kendaraan menjadi perhatian utama karena berpotensi memicu kepadatan di pelabuhan, terutama pada periode puncak arus mudik dan arus balik.
ASDP mencatat, pada kondisi normal sebanyak 28 kapal beroperasi dalam sehari dengan delapan trip atau putaran. Namun ketika memasuki fase padat, jumlah armada akan ditingkatkan menjadi 30 kapal, dan dalam kondisi sangat padat bisa mencapai 32 kapal.
"Jadi ketika kapal operasi normal itu yang beroperasi 28 kapal dalam satu hari, 8 trip atau 8 putaran. Tapi ketika Padat, kita menjadi 30 armada, dan ketika Sangat Padat menjadi 32," jelasnya.
Lonjakan arus kendaraan diperkirakan mulai terasa sejak H-7 Lebaran, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-4 atau 16 Maret 2026. ASDP menilai peningkatan volume kendaraan akan lebih signifikan dibanding penumpang pejalan kaki.
Sementara itu, dari sisi angkutan laut jarak jauh, PT PELNI juga memproyeksikan kenaikan arus mudik dan balik dalam periode H-15 hingga H+15.
Kepala Cabang PELNI Surabaya Roni Abdullah menyebut lonjakan diperkirakan terjadi pada H-3 sebelum Lebaran dan H+11 setelah Lebaran.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: PELNI Tambah Jadwal Kapal ke Sapeken & Masalembo!
"H-15 sampai H+15. Nah, di skema ini prediksi kita itu untuk terjadinya lonjakan penumpang itu terjadi di H-3 sebelum Lebaran, tanggal 18 Maret. Kemudian untuk proyeksi terjadinya arus balik itu H+11 setelah Lebaran, itu tanggal 2 April," kata Roni.
ASDP pun menyiapkan berbagai skema antisipasi, mulai dari penambahan armada, pengoperasian buffer zone, hingga penerapan sistem tunda (delaying system) untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online