SUARA SEMARANG - Hubungan diplomasi antara Indonesia dan Rusia sudah tercipta sejak Presiden Soekarno hingga sekarang, Blue Mosque atau Masjid Biru dan ukiran kaligrafi menjadi buktinya.
Presiden Soekarno merupakan sekutu dekat pemimpin Uni Soviet saat itu Nikita Khrushchev, meminta secara khusus bangunan yang disebut gudang senjata menjadi masjid, kini Blue Mosque atau Masjid Biru.
Pada era Uni Soviet, gudang tersebut awalnya adalah masjid, beralih fungsi untuk berbagai macam kegunaan, termasuk gudang senjata semasa Perang Dunia II.
Presiden Sukarno yang berkunjung ke Saint Petersburg (dulu, Leningrad) pada 1956, ia melihat bangunan seperti masjid dengan arsitektur Asia Tengah berwarna biru, melansir Russia Beyond.
Ternyata, bangunan tersebut memang secara fisik adalah sebuah masjid, tapi telah beralih fungsi menjadi sebuah gudang senjata.
Dari Leningrad, Soekarno lalu kembali ke Moscow bertemu dengan Nikita Khrushchev. Lalu Khrushchev menanyakan kesan Sukarno mengenai Leningrad, sang presiden malah membahas kondisi masjid yang baru ia kunjungi.
Sukarno kemudian meminta masjid itu dikembalikan sesuai fungsinya. Sepuluh hari setelah kunjungan Presiden Sukarno, bangunan itu kembali menjadi masjid dan tetap berdiri tegak hingga kini.
Sekarang, Blue Mosque atau Masjid Biru kembali disinggung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo menyebut selain menyimpan jejak sejarah diplomasi Indonesia Rusia, juga terdapat ukiran kaligrafi asal Jepara.
Ada ukiran kaligrafi asal Jepara Jawa Tengah yang menjadi akesesoris di Masjid Biru atau Blue Mosque yang ada di Saint Petersburg Rusia.
Melaui akun Instagram dia, Ganjar menceritakan saat berkunjung ke Rusia dan mampir di Masjid Biru atau Blue Mosque yang ada di Saint Petersburg.
Ia mampir sholat di Masjid Biru dan melihat ada ukiran kaligrafi Jepara di dalam masjid.
"Suatu ketika saya ke Rusia, bukan urusan perang lho ya, di Rusia ada Masjid Biru Blue Mosque, masjid itu dulu pernah jadi gudang lalu Bung Karno datang kalau kamu sahabatku maka aktifkan lagi masjid itu," ucap Ganjar.
Merasa penasaraan dengan ukiran kaligrafi, Ganjar lantas menemui takmir Masjid Biru dan diceritakan detail tentang ukiran tersebut.
"Ternyata ukiran kaligrafi pemberian dari Bu Mega, dan berasal dari Jawa, dari Jepara," kata Ganjar.
Berita Terkait
-
Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo
-
Jejak Kemerdekaan Indonesia Dibedah di Belanda, Sejarawan Kupas Luka 1945-1949
-
Beli Sepeda Motor Yamaha Baru, Dapat Cashback dan Cicilan 0 Persen dari BRI!
-
Cara Buat QRIS Lewat Aplikasi BRImerchant
-
Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, Wakil Rakyat Ingatkan Bahaya Naturalisasi Instan
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana