Salah satu pertimbangannya adalah wilayah Kecamatan Lumbir termasuk dalam remote area atau blank spot.
Kemudian analisis keberadaan sekolah menengah swasta yang sudah ada di daerah tersebut.
"Jadi Lumbir ini ada di daerah remote area. Sebenarnya kemarin waktu saya ke Cilongok juga ada yang meminta. Sekarang Dinas Pendidikan sedang menghitung, di Jawa Tengah dengan model PPDB pakai zonasi itu, daerah mana yang blank spot, daerah mana yang terlalu jauh, dan daerah mana yang kemudian perlu kita bantu," katanya.
Meski begitu, provinsi juga mempertimbangkan sekolah swasta yang ada pada area blank spot tersebut.
"Karena sekolah swasta itu juga perjuangan dan pionir ketika pemerintah belum bisa hadir, swasta itu hadir soalnya. Itu penting," ungkapnya.
Ganjar berharap sekolah yang baru dibangun tersebut ke depan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Apalagi sekolah baru itu berbentuk sekolah vokasi atau sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan jurusan otomotif dan pemesinan.
Nantinya SMKN Lumbir dapat meniru langkah SMKN Jateng di Purbalingga yang bekerja sama dengan industri besar.
"Saya dorong mulai dari awal untuk disiplin. Meski nanti ini sekolahnya tidak boarding school, kita harapkan kedisiplinannya bisa seperti yang SMK Jateng karena mereka akan dicetak betul-betul menjadi skill labor maka harus disiplin dan tertib," katanya.
Baca Juga: Mantan Petinggi ACT Ahyudin Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan
Ganjar meminyta koreksi terus kedisiplinan, kebersihan, dan cara menaruh peralatan ketika mengambil harus balik lagi di situ. Tidak ada kasus mencuri, serta alat tidak boleh bertebaran.
Kalau disiplin insyallah bagus. Tempatnya juga bagus ini, tidak mudah orang menjangkau tetapi mudah-mudahan tempatnya juga cukup bagus, asri," kata Ganjar.
Berita Terkait
-
Razman Arif Nasution Akan Dipenjara Karena Ijazah Palsu?
-
Sebut Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Cocok, Bima Arya: Duet Kepemimpinan Terbaik Bangsa adalah Mereka
-
Modus Suami Istri Edarkan Uang Palsu Ratusan Ribu, Dipakai Berbelanja di Pasar Tradisional
-
Sudah Ada Andika Perkasa, Anies dan Ganjar, Surya Paloh Kini Beberkan Kriteria Capres Ideal
-
Suami-Istri Asal Jember Nekat Beli Barang di Pasar Pakai Uang Palsu, Langsung Dibekuk Polisi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Nama Masuk Pencarian Penyidik, Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel