Keduanya berperan sebagai pegawai BMKG yang bertugas memprediksi kondisi cuaca untuk wilayah Korea Selatan.
Netizen secara kocak mengaitkan kejadian banjir di Korea Selatan akibat keteledoran mereka dalam memptediksi prakiraan cuaca.
Sebab, dalam suatu episode serial Forcasting Love and Weather ada satu kejadian saat Park Min Young yang merupakan kepala Prakirawan BMKG Korea menolak prediksi dari Song Kang.
Saat itu, Song Kang yang bertugas sebagai pegawai bawahan di suatu pusat pantau cuaca melaporkan akan ada badai yang disertai hujan lebat.
Kemudian ia melaporkan kepada BMKG Korea yang diketuai Park Min Young.
Namun, Park Min Young yang merasa lebih berpengalaman menyatakan cuaca esok hari Korea dan kota lainnya cerah tak ada badai dan hujan lebat.
Alhasil, prediksi Song Kang benar, Korea dilanda hujan lebat dan banjir. Park Min Young kemudia dihukum dengan dipindah ke cabang pantau cuaca.
Di ketahui serial Forcasting Love and Weather adalah seri televisi Korea Selatan yang disutradarai oleh Cha Young-hoon dan dibintangi oleh Park Min-young, Song Kang, Yoon Park dan Yura.
Seri ini menggambarkan kisah cinta ceria orang-orang yang bekerja di Administrasi Meteorologi Korea yang hancur, jatuh dan bangkit kembali, dan kehidupan sehari-hari mereka bersama di kantor.
Baca Juga: TERUNGKAP Bharada E Tembak Brigadir J karena Diperintah Atasan
"Jadi inget Song Kang dan Park Min Young #forcastingloveandweather" tulis @marifatusyafiaa.
"Seketika ingat pmy songkang, Baek baek di sana warga Seoul" kata @naura.13.
"Park Min Young sama Song Kang gak tidur nih semalamam ngurusin banjir" @xxirzdyhxx.
"Ngeri ya jadi inget sama drama mbak minyoung dan songkang, kerja di BMKG salah dikit ganti rugi ke warga" kata @puspitabhaitaa.
Itulah komentar para netizen yang seolah salahkan Park Min Young dan Song Kang seperti pada serial Forecasting Love and Weather, mirip kejadian banjir di Seoul.
Berita Terkait
-
Distrik Mewah dan Modern Gangnam Kebanjiran, Warganet Heboh
-
5 Fakta Banjir di Korea Selatan, Catat Rekor Tewaskan Tujuh Warga Setempat
-
Banjir Melanda Seoul: Ini Tingkat Curah Hujan Tertinggi Sejak 1942
-
Malapetaka di Seoul: Curah Hujan Terbesar Sejak 115 Tahun Terakhir Sebabkan Banjir Parah, Sejumlah Orang Tewas
-
Seoul Dilanda Banjir Bandang Jadi Trending di Twitter, Kondisi Kotanya Ngeri
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Tecno Spark 50 4G Rilis Global, HP Murah Mirip iPhone Ini Siap ke Indonesia
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Bandar Lampung Lumpuh dalam Semalam: 16 Kecamatan Terkepung Banjir, Satu Nyawa Tak Tertolong
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Review Honour: Saat Dunia Hukum Tidak Lagi Berpihak pada Korban
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Kemenkes Rilis Aturan Label Gizi, Minuman Kekinian Kini Punya Rapor dari A Hingga D
-
WFH Tiap Jumat di Mataram Resmi Berlaku, Wali Kota: Jangan Ada yang Malas-malasan!
-
Mengenal Rape Culture Pyramid, Jangan seperti 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual