/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 08:05 WIB
Ilustrasi Teddy Tjahjono, Tragedi Kanjuruhan yang tewaskan setidaknya 127 orang (informasi sementara) usai laga Arema FC Vs Persebaya dapat perhatian banyak klub di Indonesia termasuk Persib Bandung, ((Suara.com / Adie PRASETYO))

SUARA SEMARANG - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 127 orang (informasi sementara) usai laga Arema FC Vs Persebaya, mendapat perhatian banyak klub di Indonesia termasuk Persib Bandung dan petingginya Teddy Tjahjono.

Salah satu penyebab banyaknya korban menurut Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali yakni penggunaan gas air mata oleh polisi, padahal benda itu haram digunakan di dalam stadion, Teddy Tjahjono bos Persib Bandung sampaikan duka.

Persib Bandung sebetulnya akan melawan Persija Jakarta hari ini Ahad atau Minggu (2/10/2022), namun insiden Kanjuruhan yang menewaskan banyak orang usai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya memberi dampak ke kompetisi Liga 1, bos Persib Teddy Tjahjono beri komentar.

Persib Bandung mengucapkan duka yang diunggah pada akun Instagram klub @persib.

"Segenap keluarga besar Persib menyampaikan turut berduka cita atas kejadian yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang," tulis laman klub.

Dalam kolom komentar, salah satu petinggi Persib Bandung, Teddy Tjahjono juga mengucapkan duka atas kejadian tersebut.

"Turut bersuka cita," tulis Teddy Tjahjono.

Di sisi lain Persib Bandung sedang bersiap menghadapi Persija Jakarta, pada laga lanjutan Liga 1 hari ini.

Namun, kabar lanjutan laga big match ini dipertanyakan apakah akan dilangsungkan atau ditunda.

Baca Juga: Tragedi Berdarah Arema vs Persebaya, Liga 1 Resmi Dihentikan, Laga Persib Kontra Persija Kena Imbas

Para kelompok fans seperti Bobotoh menanyakan laga Persib Vs Persija apakah akan ditunda atau tidak.

"Match ditunda atau lanjut pak," tulis akun @bobotohbanten.

"Official statement bos, lanjut atau engganya, kasihan yang jauh pasti dari sekarang berangkat ke Bandung," tulis akun @arif***.

Tragedi Kanjuruhan

Polisi dikritik habis-habisan usai gagal menangani massa suporter dari Aremania yang masuk stadion udai laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, aparat kedapatan menembakkan gas air mata ke tribun penonton yang penuh, padahal benda itu dilarang oleh FIFA, beberapa Bonek bersuara.

Tragedi chaos penanganan massa suporter usai laga Arema FC Vs Persebaya ini yang menyulut perhatian ini disebut bukan soal kelompok sepak bola, tapi tragedi kemanusiaan, Bonek dan banyak kelompok suporter lain ikut berduka.

Akun Instagram Polres Malang diserbu habis-habisan oleh warganet yang umumnya dari kalangan suporter, termasuk Bonek fans Persebaya Surabaya.

Dalam salah satu unggahan sebelum laga Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Polres Malang membuat ajakan suporter untuk tak membawa flare ke stadion.

Namun kenyataanya polisi yang justru menggunakan gas air mata di dalam stadion yang penuh, bahkan banyak wanita dan anak-anak.

"Matikan flare, lempar gas air mata," sindir akun @dzak***.

"Aku Bonek pak. Tapi tindkan anggotamu gak masuk blas, cok!!!," tulis akun @ydst***.

"Aku Bonek tapi tindakanmu ngawur dengan menembak gas air mata dikira bisa bubar dengan kapasitas suporter full kaya gitu? Itu sama saja ada orang di dalam botol terus sampean semprot Baygon, itu penertiban atau penyiksaan," tulis akun @bond****.

Selain itu media sosisal Twitter juga ramai dengan tagar Kanjuruhan, Bonek, dan Polisi.

Banyak di antara pengguna media sosial itu memberi kesaksian apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.

Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menyebut penembakan gas air mata menjadi salah satu penyebab banyak orang tewas di Stadion Kanjuruhan.

"Setop Kompetisi atas dasar kemanusiaan," tulis dia.

Seorang jurnalis dengan akun @ainurrohman di Twitter membeberkan mendapat keterangan bila total orang meninggal dunia mencapai 127 orang hingga, Ahad atau Minggu (2/10/2022) pagi sekitar pukul 06.0 WIB.

"Via Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, total 127 orang meninggal. 2 di antaranya anggota Polri. 34 Meninggal di Stadion Kanjuruhan, 93 meninggal dunia di rumah sakit," tulisnya.

Load More