SUARA SEMARANG - Di tengah duka cita para Aremania yang jadi korban tragedi Kanjuruhan, Ade Armando melontarkan pernyataan yang kurang simpati atas kejadian kemanusiaan itu.
Ade Armando dengan entengnya membuatnya penyataan kontroversial tentang penyebab terjadi rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Kata Ade Armando soal terjadinya tragedi Kanjuruhan merupakan kesalahan dari pendukung atau suporter Arema atau Aremania sendiri.
Dalam sebuah video yang diunggah dikanal youtube Cokro TV dengan judul Kok Polisi yang disalahkan dalam tragedi Kanjuruhan.
Pada video itu, Ade Armando menyatakan bahwa dirinya menilai yang jadi akar permasalahan dari tragedi Kanjuruhan adalah suporter Arema FC alias Aremania.
Kata dia, semuanya untuk bersikap objektif dalam melihat tragedi Kanjuruhan.
Namun, Ade Armando menyebut suporter Arema sombong seperti preman masuk lapangan dan dianggap melanggar peraturan stadion.
"Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan," katanya di kanal youtube Cokro TV.
Menurut Ade Armando, aparat kepolisian telah melakukan tindakan yang benar sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka.
Baca Juga: KPPPA: Ada 37 Anak-anak Meninggal Dunia Korban Tragedi Kanjuruhan, Usia 3-17 Tahun
"Menurut saya polisi sudah melaksanakan kewajibannya dan saya heran mengapa polisi lah yang disalahkan dalam tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu," katanya
Ade Armando Juga menilai bahwa polisi sudah menjalankan tugasnya dengan meminta pertandingan berlangsung sore hari.
"Kesalahan lain ada pada di jumlah penonton Aremania yang begitu membludak," katanya.
Kepolisian mencatat jika korban meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan adalah 125 orang. Sementara data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (KPPPA) total sampai Selasa ada 133 orang meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara korban insiden Kanjuruhan yang didapatkan dari Posko Postmortem Crisis Center Pemerintah Kabupaten Malang pada Selasa (4/10) Pukul 02.00 WIB, total korban meninggal dunia sebanyak 133 orang.
Rincian korban meninggal dunia yakni perempuan 42 orang, laki-laki 91 orang, dan diantaranya 37 orang anak dengan rentang usia 3-17 tahun.
Berita Terkait
-
Soroti Tragedi Kanjuruhan, LBH Keluarga Madura Yogyakarta Kecam Keras Tindakan Represif Aparat
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris Dilarang Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup
-
Mengenal Nugroho Setiawan, Satu-satunya Orang Indonesia Berlisensi FIFA Security Officer yang Kabarnya Dipecat PSSI
-
Aksi 1000 Lilin untuk Korban Tragedi Kanjuruhan Bakal Digelar Warga Depok Malam Ini
-
Ade Armando Ajak Netizen Objektif Tanggapi Tragedi Kanjuruhan, Pernyataannya Tuai Pro dan Kontra
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'