/
Selasa, 04 Oktober 2022 | 19:03 WIB
Ade Armando salahkan Aremania dalam tragedi Kanjuruhan. (YouTube/COKRO TV)

SUARA SEMARANG - Di tengah duka cita para Aremania yang jadi korban tragedi Kanjuruhan, Ade Armando melontarkan pernyataan yang kurang simpati atas kejadian kemanusiaan itu.

Ade Armando dengan entengnya membuatnya penyataan kontroversial tentang penyebab terjadi rusuh di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

Kata Ade Armando soal terjadinya tragedi Kanjuruhan merupakan kesalahan dari pendukung atau suporter Arema atau Aremania sendiri.

Dalam sebuah video yang diunggah dikanal youtube Cokro TV dengan judul Kok Polisi yang disalahkan dalam tragedi Kanjuruhan.

Pada video itu, Ade Armando menyatakan bahwa dirinya menilai yang jadi akar permasalahan dari tragedi Kanjuruhan adalah suporter Arema FC alias Aremania.

Kata dia, semuanya untuk bersikap objektif dalam melihat tragedi Kanjuruhan.

Namun, Ade Armando menyebut suporter Arema sombong seperti preman masuk lapangan dan dianggap melanggar peraturan stadion.

"Yang jadi pangkal masalah adalah suporter Arema yang sok jagoan melanggar semua peraturan dalam stadion dengan gaya preman masuk ke lapangan, petentengan," katanya di kanal youtube Cokro TV.

Menurut Ade Armando, aparat kepolisian telah melakukan tindakan yang benar sesuai dengan tugas dan kewajiban mereka.

Baca Juga: KPPPA: Ada 37 Anak-anak Meninggal Dunia Korban Tragedi Kanjuruhan, Usia 3-17 Tahun

"Menurut saya polisi sudah melaksanakan kewajibannya dan saya heran mengapa polisi lah yang disalahkan dalam tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu," katanya

Ade Armando Juga menilai bahwa polisi sudah menjalankan tugasnya dengan meminta pertandingan berlangsung sore hari.

"Kesalahan lain ada pada di jumlah penonton Aremania yang begitu membludak," katanya.

Kepolisian mencatat jika korban meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan adalah 125 orang. Sementara data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (KPPPA) total sampai Selasa ada 133 orang meninggal dunia.

Berdasarkan data sementara korban insiden Kanjuruhan yang didapatkan dari Posko Postmortem Crisis Center Pemerintah Kabupaten Malang pada Selasa (4/10) Pukul 02.00 WIB, total korban meninggal dunia sebanyak 133 orang.

Rincian korban meninggal dunia yakni perempuan 42 orang, laki-laki 91 orang, dan diantaranya 37 orang anak dengan rentang usia 3-17 tahun.

Load More