SUARA SEMARANG - Indah pada waktunya, mungkin adalah kalimat yang tepat bagi karir dan pangkat bintang dari seorang Krishna Murti.
Pada saat para jenderal polisi berguguran dicopot dari jabatannya oleh Kapolri. Kini Krishna murti justru menambah satu bintang jenderal pada pundaknya.
Karir dan bintang jenderal dari Krishna Murti pun melesat kembali bersinar di Polri. Ia sebelumnya ditinggal jauh oleh rekan satu liting bahkan bawahan dia.
Kini Krishna Murti menyandang jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) Pol, dari sebelumnya yang berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).
Selain itu secara karir posisi, pencetus istilah Turn Back Crime ini juga diamanahi oleh Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri.
Sebelunnya, Krishna Murti menjabat Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divhubinter Polri.
Pangkat jenderal bintang dua Krishna Murti ini, akhirnya satu level dengan kawan liting dia sebagai lulusan Akpol Semarang 1991 yakni Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran.
Tak hanya itu, Krishna Murti juga akhirnya menjawab pertanyaan selama ini yang dialamatkan kepadanya, dimana ia kalah dengan bawahannya saat ada di Polda Metro Jaya, yakni Ferdy Sambo.
Ferdy Sambo secara mengejutkan menyalip karir bintang jenderal dari Krishna Murti. Bahkan menduduki jabatan penting sebagai Kadiv Propam Polri. Tapi kini Sambo dipecat dari kepolisian akbat kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Baca Juga: Guru SD di Madura Diduga Terlibat Jaringan Teroris Diamankan Densus 88
Di sisi lain jenderal bintang lainnya yang berguguran ada dua Mantan Kapolda Jatim yakni Irjen Pol Nico Afinta dicopot dan dialihkan ke Mabes Polri.
Kemudian Irjen Irjen Teddy Minahasa Putra, yang baru saja dua hari menggantikan Nico Afinta batal dilantik, sebab ditangkap mabes Polri setelah tersandung kasus narkoba.
Sebelumnya, dalam Surat Telegram Polri yang diterbitkan pada Jumat (14/10/2022), nama Krishna Murti rupanya menggantikan Inspektur Jenderal Pol. Johanis Asadoma yang ditugaskan sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur.
Mendapat kenaikan pangkat dan jabatan disyukuri Krishna Murti seperti yang dia ucapkan dalam akun Instagram pribadinya.
"Alhamdulillah. Semua karena kuasa Allah SWT," tulis caption Instagram dia @krishnamurti_bd91, pada Sabtu (15/10/2022).
Jabatan Krishna Murti dinaikan oleh Kapolri dipercaya sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri.
Ia sebelumnya menjabat Kepala Biro Misi Internasional (Karo Misinter) Divhubinter Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjend).
Profil Irjen Pol Krishna Murti
Krishna Murti dibesarkan karir mulai menjadi Penerjemah Utama Divhubinter di 2012 dan Kapolres Pekalongan di 2011. Krishna juga sempat menetap di New York sebagai Staf perencanaan PBB di tahun 2011 lalu.
Karir Krishna Murti mulai dikenal saat menjabat Direskrimum Polda Metro Jaya. Saat itu terjadi insiden bom Sarinah Thamrin Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2016.
Krishna Murti berpangkat Komisaris Besar (Kombes) saat itu. Pria kelahiran 15 Januari 1970 kemudian ia diangkat menjadi Wakapolda Lampung pada Juli 2016.
Pendidikan
- Akpol (1991)
- PTIK (2000)
- Sespim (2009)
- Sespimti (2012)
Karir
- Pama Polda Jateng (1991)
- Pengasuh Taruna Akpol (1994)
- Komandan Kontingen Polri (1996)
- Kanit Serse Polwiltabes Surabaya (1997)
- Sespri Kapolda Metro Jaya (2000)
- Kapolsek Metro Penjaringan (2001)
- Koorspripim Kapolda Metro Jaya (2004)
- Kasat Reskrim Polres Jakut (2005)
- Wakapolres Depok (2006)
- Dosen Lemdikpol (2009)
- Penyidik Madya Unit II Dit II/Eksus
- Bareskrim Polri (2010)
- Kapolres Pekalongan (2011)
- Staf perencanaan PBB di New York (2011)
- Penerjemah Utama Divhubinter (2012)
- Direskrimum Polda Metro Jaya (2015)
- Karo Divhubinter Polri (2017)
- Kadiv Hubinter Polri (2022).
Berita Terkait
-
Hari ini PN Jakarta Selatan akan Gelar Sidang Perdana Kasus Ferdy Sambo Cs
-
Sidang Perdana Ferdy Sambo CS Digelar Hari Ini
-
Sidang Perdana Ferdy Sambo Cs Digelar Hari Ini, Ratusan Polisi Dikerahkan
-
LENGKAP, Lapor Pak Jokowi! Tingkah para Jenderal Polri, dari Dalang Pembunuhan, Korupsi, hingga Narkoba
-
Sidang Ferdy Sambo Cs Digelar Hari Ini, PN Jaksel Batasi Pengunjung Cuma 50 Orang
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Akui Salah Kostum, Melly Goeslaw Puji Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju: Orang Tuanya Gak di Pelaminan
-
HP Samsung Paling Murah Seri Apa? Ini 5 Pilihan Spek Terbaik Mulai dari Rp1 Jutaan
-
Nama Ayah Kandung Syifa Hadju Terungkap saat Ijab Kabul, Sosoknya Picu Pertanyaan
-
Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
-
Syawal Gultom, Mantan Rektor Unimed Meninggal Dunia
-
Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel