/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:48 WIB
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Proses pelantikan nama Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita sebagai Walikota Semarang tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Mendagri.

Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita untuk sementara masih menjabat sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Walikota Semarang. Ia menggantikan posisi Hendrar Prihadi yang ditarik sebagai Kepala LKPP oleh Presiden Jokowi.

Usulan pelantikan Walikota Semarang Mbak Ita akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk diteruskan kepada Mendagri.

"Usulan pengangkatan Walikota Semarang akan dikirim ke Gubernur Jateng, setelah itu diserahkan ke Mendagri," kata Mbak Ita, usai rapat paripurna DPRD Kota Semarang di Legency Convention Hall Semarang, Kamis (20/10/2022).

Mbak Ita menyampaikan, keputusan rapat Paripurna bersama DPRD Kota Semarang, telah dirumuskan usulan pemberhentian Walikota Semarang sebelumnya yaitu Hendrar Prihadi.

Untuk kemudian usulan pengangkatan Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, menjadi Walikota Semarang masa jabatan 2021-2026.

"Ini proses, jadi kita ikuti saja aturannya hingga keluar SK Mendagri," katanya.

Untuk selanjutnya, Mbak Ita menyatakan bahwa program kerja selama masa jabatan hingga 2026 tetap berjalan sesuai dengan apa yang telah disepakati dengan mantan Walikota Hendrar Prihadi.

Apa yang telah dilakukan Hendi, saapan Hendrar Prihadi, akan dilanjutkan oleh Mbak Ita.

Baca Juga: Tiga Zat Berbahaya Ditemukan dalam Obat Sirup yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut

"Hendi Ita adalah institusi bukan pribadi, kami bekerja untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Karenanya, dukungan legislatif yakni para anggota DPRD Kota Semarang tetap diperlukan untuk menyukseskan program-program kerja yang ditetapkan.

"Kami juga minta dukungan dari DPRD dan masyarakat agar program tetap bisa berjalan," katanya.

Kemudian, untuk program di tahun 2023 kedepan. Beberapa sektor akan diperkuat terutama dalam menghadapi krisis dunia yakni energi dan pangan.

"Misalnya terjadi resesi ekonomi, program akan kami sesuaikan dengan tujuan menjaga kestabilan ekonomi untuk masyarakat di kota Semarang, supaya masyarakat tetap bertahan meski terjadi resesi," katanya.

Load More