SUARA SEMARANG - Waktu singkat satu bulan bagi Duje Javorcic bersama PSIS Semarang tak menghalangi keakraban sesama pemain asing.
Duje Javorcic rupanya sudah berteman dengan sesama pemain asing lainnya di PSIS Semarang, yakni Carlos Fortes dan Jonathan Cantilllana.
Pastinya Duje Javorcic sebagai pemain asing ingin dekat dengan pemian lainnya, salah satu sesama punggawa asing ada Carlos Fortes dan Jonathan Cantilllana.
Eks pemain muda Lazio ini juga berusaha untuk mengeluarkan skill dan kemampuan terbaik saat uji coba bersama PSIS Semarang.
Bahkan Duje Javorcic juga ikut diturunkan dalam laga persahabatan saat PSIS Semarang melawan Persijap Jepara beberapa waktu lalu.
Gelandang tengah Kroasia ini sebetulnya punya potensi yang menjanjikan. Selian usia muda masih 22 tahun, pengalaman bermain di sejumlah klub Eropa menjadi jaminan kualitas.
Duje Javorcic pernah bermain di NK Dugopolje (klub kasta kedua Liga Kroasia) pada tahun 2022 ini.
Ia bergabung bersama klub tersebut sejak tahun 2021 dan sudah melakoni 53 laga dengan sumbangan 3 gol.
Sebelum bermain di NK Dugopolje, Duje pernah bermain untuk FC Nitra di Liga Slovakia, Amiens SC B di Prancis.
Baca Juga: Lirik dan Chord Lagu Mangku Purel by Pakdhe Kabul dan Mukidi
Duje Javorcic juga pernah membela klub Ibukota Italia yakni Lazio U19 pada tahun 2018/19 dengan mencatatkan 33 pertandingan dan menyumbang 4 gol.
Selain itu, di kancah Timnas, Duje Javorcic pernah memperkuat Timnas Kroasia U19 dengan catatan 6 penampilan 1 gol dan Timnas Kroasia U17 dengan 5 penampilan dan 3 gol.
Di ketahui Duje Javorcic berteman dengan Carlos Fortes dan Jonathan Cantilllana pastinya untuk menjalin chemistry mereka di lapangan.
Selain itu, Duje Javorcic berteman dengan Carlos Fortes dan Jonathan Cantilllana juga dalam media sosial di Instagram.
Mereka menjalin pertemanan saling follow di Instagram sesama antar pemain asing di PSIS Semarang.
Tak banyak pemian PSIS Semarang lainnya yang berteman dengan Duje Javorcic di media sosial Instagram.
Meski sudah mencoba menjalin hubungan pertemanan dengan Carlos Fortes dan Jonathan Cantilllana, PSIS Semarang tetap mendepak Duje Javorcic.
Kata manajemen PSIS Semarang Gelandang asal Kroasia Duje Javorcic tak masuk standar pemain asing bagi punggawa Mahesa Jenar.
PSIS Semarang akhirnya memulangkan pemain tengah Kroasia itu usai ikut masa percobaan selama satu bulan ke Kroasia.
Sebelumnya PSIS Semarang berharap pada Duje Javorcic untuk bisa satu level dengan Jonathan Cantilllana atau Taisei Marukawa.
Namun dari pantauan PSIS Semarang, baik fisik dan skill pemian muda 22 tahun itu belum mencapai performa.
"Duje Javorcic diputuskan untuk kami pulangkan karena belum memenuhi kriteria,” kata asisten pelatih Achmad Resal, Senin (14/11/2022).
Menurut Achmad Resal selaku asisten , Duje belum memenuhi kriteria karena kualitasnya belum di atas pemain asing PSIS yang ada.
Pemain trial asal Kroasia, Duje Javorcic dipulangkan oleh manajemen PSIS karena dianggap belum memenuhi ekspektasi dari tim pelatih.
“Mewakili tim pelatih dan berdasarkan hasil rapat antara tim pelatih, tim analisa serta manajemen," katanya.
Resal memaparkan, selama satu bulan trial bersama PSIS Semarang, Duje Javorcic masih payah dalam soal kondisi fisik.
“Yang pertama soal kondisi fisik, kondisi fisik Duje sudah berusaha ditingkatkan oleh tim pelatih PSIS, namun sampai saat ini tidak menunjukkan progress dan kualitas Duje juga belum di atas pemain asing yang ada di PSIS saat ini,” katanya.
Kabar Duje Javorcic tak dibutuhkan PSIS Semarang alasan kondisi fisik pun ditanggapi oleh publik para pecinta Mahesa Jenar.
Publik memberikan komentar di akun official PSIS Semarang, pada unggulan tentang informasi Duje Javorcic dipulangkan ke Kroasia.
"Rha lolos opo ora cocok duite (tidak lolos apa tidak sesuai bujet)" komentar @denii_sukamto.
"Minimal nek pemain apik Yo modal duit moso alasane tidak lolos seleksi chuaks" kata @maulana_syhptr.
"Edyan eks @official_sslazio gak lolos wkwkwk" komentar @muh4mm4d_as.
Berita Terkait
-
Alasan Kenapa Taisei Marukawa Cocok dengan Sepakbola Indonesia
-
Daftar Pemain Timnas Meksiko untuk Piala Dunia 2022: Tempat Chicharito Diambil Striker Cadangan Mati
-
PSIS Semarang Pulangkan Duje Javorcic, Netizen: Padahal Bagus
-
Banjir Hadiah di Free Fire x JKT48, Ini 6 Kode Redeem FF Selasa 15 November 2022
-
Duje Javorcic Tak Masuk Standar PSIS Semarang untuk Pemain Asing, Dipulangkan ke Kroasia
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai