/
Jum'at, 16 Desember 2022 | 08:38 WIB
Ilustrasi fenomena Solstis Desember. (Pixabay/winterseitler)

Misalnya kota Hamburg (Jerman) yang berada di belahan Bumi utara ketika terjadi Solstis Juni akan mengalami siang hari selama 17 jam. Namun saat Solstis Desember siang hari di sana hanya 7,5 jam.

Pada saat yang sama, bisa terjadi hal yang berkebalikan bagi wilayah Bumi selatan, seperti kota Melbourne (Australia). Saat Solstis Juni, siang hari di Melbourne justru hanya 9,5 jam. Tapi ketika Solstis Desember di sana durasi siang hari mencapai 15,25 jam.

Sehingga perubahan empat musim di negara-negara ini bisa berbeda dari sebelumnya.

Indonesia, perbedaan siang hari pada Solstis Juni dan Solstis Desember tidak terlalu signifikan. Berikut ini daftarnya mengutip dari situs BRIN:

Kupang

Solstis Juni: siang hari 11,5 jam
Solstis Desember: siang hari 12,75 jam

Pulau Jawa

Solstis Juni: siang hari 11,65-11,75 jam
Solstis Desember: siang hari 12,55-12,45 jam

Pontianak

Baca Juga: Pengusaha Cantik Klaten Ini DM Ganjar Pranowo, Izin Pakai Namanya Jadi Brand Kain Lurik, Hasilnya di Luar Dugaan

Solstis Juni: siang hari 12,1 jam
Solstis Desember: siang hari 12,1 jam

Sabang

Solstis Juni: siang hari 12,5 jam
Solstis Desember: siang hari 11,8 jam

Nah, fenomena Solstis Desember di Indonesia ini hanya berpengaruh terhadap musim hujan saja. Sehingga tidak berbahaya. Klaim larangan keluar malam itu pun tidak benar karena fenomena Solstis Desember.

Load More