/
Minggu, 19 Februari 2023 | 12:47 WIB
Anggota kepolisian Polrestabes Semarang berjaga mengamankan stadion Jatidiri, dari suporter yang memaksa masuk. (SUARA SEMARANG)

SUARA SEMARANG - Dalam kerusuhan di Stadion Jatidiri yang terjadi pada Jumat (17/2/2023) lalu, polisi mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan suporter PSIS Semarang.

Hal itu dilakukan Polda Jateng untuk membubarkan ribuan suporter PSIS Semarang yang memaksa masuk ke Stadion Jatidiri Semarang saat menghadapi Persis Solo yang sejatinya digelar tanpa penonton.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, pihaknya telah melakukannya sesuai SOP.

Sebelum adanya gas air mata, polisi telah melakukan berbagai upaya agar suporter PSIS Semarang tidak datang ke Stadion Jatidiri dengan melakukan penyekatan.

Penyekatan pertama yang dilakukan yakni di pertigaan Akademi Kepolisian (Akpol) arah masuk Jalan Semeru.

Di sana polisi mengimbau ke kerumunan kecil untuk kembali karena pertandingan digelar tanpa penonton.

Penyekatan kedua, di depan Alfamart Telaga Bodas arah Stadion Jatidiri.

Kerumunan suporter PSIS Semarang semakin banyak dan terus memaksa masuk ke stadion dengan melempar batu dan botol.

Penyekatan ketiga dilakukan di kawasan Stadion Jatidiri. Sudah dilakukukan negosiasi dari Polwan dan pihak manajemen PSIS Semarang tetap tak berhasil membuat massa mundur.

Baca Juga: Hetifah Sjaifudian Tekankan Pemerintah Daerah dan Kementerian Harus Berkolaborasi untuk Pendidikan

"Penggunaan gas air mata adalah opsi terakhir setelah semua penyekatan tidak mampu membendung massa,” ucapnya, Sabtu (18/2/2023) dikutip dari PMJ News.

Akibat peristiwa tersebut, 1 truk pengendali massa (Dalmas) mengalami retak kaca serta rusaknya beberapa fasilitas umum dan 7 polisi mengalami luka ringan yang terdiri dari 4 personel Brimob, 2 Sabhara dan 1 Polwan.

Iqbal berharap situasi tersebut terjadi tidak terulang lagi di pertandingan lain yang dilakukan di stadion di Jawa Tengah.

"Kami berharap situasi serupa tidak terulang pada laga-laga mendatang yang digelar si seluruh stadion di Jawa Tengah," tukasnya.

Load More