SUARA SEMARANG – Pengguna VMware diperingatkan berhati – hati pada serangan ransomware global menargetkan server VMware ESXi telah mengenkripsi ribuan server di seluruh dunia. Momok baru ini mengincar produk kedaluwarsa atau End of General Support (EOGS).
IT Security Consultant PT Prosperita Mitra Indonesia, Yudhi Kukuh mengatakan, VMware setidaknya menguasai lebih dari 70% pasar global untuk perangkat lunak infrastruktur virtualisasi menurut Gartner, sehingga tidak mengherankan jika korban terus berjatuhan di seluruh dunia. Di Indonesia diketahui 7 perusahaan telah menjadi korban, 1 hotel, 2 media, 2 data center dan 2 ISP.
“Banyaknya korban yang jatuh disebabkan pelaku menggunakan backdoor Phyton saat mengeksploitasi VMware sehingga bisa menginjeksi berbagai macam platform sistem operasi saat melakukan serangan, situasi ini semakin memudahkan penetrasi ke sistem pengguna.” Ungkap Yudhi
Menurutnya pelaku secara aktif menargetkan server VMware ESXi yang belum ditambal terhadap kerentanan eksekusi kode jarak jauh berusia dua tahun. Dengan sistem yang saat ini ditargetkan adalah hypervisor ESXi dalam versi 6.x dan sebelum 6.7.
“Kelemahan keamanan disebabkan oleh masalah limpahan tumpukan di layanan OpenSLP yang tidak diauntentikasi. Yang diketahui sebagai CVE-2021-21974,” ungkapnya
Melalui celah keamanan dalam VMware ESXi tersebut pelaku masuk dan menginjeksi guest yang tidak diproteksi dengan backdoor yang dibangun dengan phyton. Karena backdoor tersebut ditulis menggunakan phyton, hal ini memudahkannya untuk menyusup berbagai platform sistem operasi, yang memungkinkan pelaku mengakses perangkat dari jarak jauh.
“Langkah berikutnya peretas menyusupkan ransomware ke berbagai platform dengan cepat hingga mampu mengenkripsi 3200 server sampai saat ini,” ujar Yudhi
Yudhi menambahkan, pelaku yang memanfaatkan kerentanan pada Vmware ESXi menyebarkan ransomware ESXiArgs untuk mengenkripsi perangkat korban. Ransomware mengenkripsi file dengan ekstensi .vmxf, .vmx, .vmdk, .vmsd, dan .nvram pada server ESXi yang dikompromikan dan membuat file .args untuk setiap dokumen terenkripsi dengan metadata (kemungkinan diperlukan untuk dekripsi).
Malware ini telah digunakan sebagai bagian dari gelombang besar serangan berkelanjutan yang telah memengaruhi ribuan target rentan di seluruh dunia.
Baca Juga: Diabetes Sempat Kumat Hingga Ganggu Mobilitas, Begini Kondisi Terbaru Ray Sahetapy
Secara keseluruhan, operasi ransomware belum terlihat menuai banyak keberhasilan mengingat banyaknya perangkat terenkripsi, dengan layanan pelacakan pembayaran tebusan Ransomwhere hanya melaporkan empat pembayaran uang tebusan dengan total $88.000.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Setiap Langkah Pelari Pocari Sweat Run 2026 Bantu Wujudkan Harapan Anak
-
Punya Bibir Two-Tone? Ini 3 Warna Lipstik Paling Aman yang Bikin Warna Bibir Rata Seketika
-
Menteri PPPA dan Selvi Ananda Kompak Tekankan Peran Keluarga dalam Mendidik Anak
-
Bupati Kuansing Diduga 'Rampok' Hak Petani untuk Disetorkan ke Menhut Raja juli
-
Dibutuhkan 90 Perawat, Apoteker untuk Fasilitas Kesehatan BLUD di Riau
-
"Bisa Aja Lo!" Kelakar Prabowo soal MBG 'Mas Bahlil Ganteng'
-
Gerai Minuman Teh Menjamur di Pinggir Jalan, Bagaimana Prospek Bisnisnya?
-
Siswi Indonesia Raih Beasiswa Jadi Delegasi Simulasi Sidang PBB Internasional
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Cak Imin Merasa 'Terancam' Bahlil: Gawat Ini Banyak Penggemarnya