SUARA SEMARANG - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong marah dan memberikan hukuman ke pemain Indonesia.
Panggil pemain di sisi lapangan, Shin Tae Yong dengan wajah serius langsung memberikan hukuman.
Saat memberikan hukuman tersebut, aksi Shin Tae Yong ke pemain juga disaksikan oleh punggawa Timnas Garuda Muda.
Video Shin Tae Yong memberikan hukuman itu juga beredar luas di media sosial dan mendapatkan tanggapan beragam.
Dalam video tersebut, Shin tae Yong memanggil salah satu pemain usai melakukan tendangan ke gawang di sebuah sesi latihan.
Si pemain langsung mendatangi pelatih asal Korea Selatan tersebut yang berdiri di dekat kotak penalti.
Berdiri tepat di depan STY, Pemain Timnas langsung diberikan 2 hukuman sekaligus saat itu juga.
Pertama, Shin Tae Yong melemparkan bola ke bagian perut pemain dengan agak keras dan jarak dekat.
Terlihat, pemain muda Timnas itu kesakitan dan memegang perutnya dengan tangan kiri sambil melangkah ke belakang.
Baca Juga: Bandingkan Ambulance Klub Asnawi Mangkualam Jeonnam Dragons Dengan Panpel PSIS Semarang
Tak berhenti disitu, Shin tae Yong kembali meminta si pemain mendekat dan kali ini melempar bola ke arah wajah yang terkena bagian hidung serta mulut.
Meski lemparan terbilang lemah, akan tetapi di pemain tetap merasa sakit lantaran lemparan dilakukan dalam jarak dekat.
Hukuman itu diberikan Shin Tae Yong diduga karena tendangan yang dilakukan si pemain tadi meleset.
"Jika dilihat mungkin karna tendangan kaki kirinya tidak akurat dan terkesan ngasal mungkin? mengingat yang bersangkutan juga berposisi sebagai striker," tulis akun @kita.garudaindonesia.
Pemberian hukuman oleh Shin Tae Yong pada pemain muda itu justru mendapatkan dukungan dari fans sepakbola tanah air.
Mereka ingin para pemain tahu jika skill masih biasa-biasa saja dan butuh kerja keras untuk meningkatkannya.
Berita Terkait
-
Mirip Gattuso, Asnawi Mangkualam Diakui Pelatih Nyawa Jeonnam Dragons
-
CEK FAKTA : Erick Thohir Beri Bonus Rp 750 Juta Timnas Indonesia Kalahkan Uzbekistan di Piala Asia U20
-
Eks Kiper Timnas Tak Terima Gaji Sejak Agustus, CEO Persikab Bandung Ditagih Terang-terangan
-
Ditinggal Shin Tae Yong, Timnas Senior Alami 3 Rugi Besar di FIFA Match Day dan Ranking Terancam Melorot
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian