SUARA SEMARANG - Bek Timnas Pratama Arhan diledek mendapatkan medali emas imitasi atau KW dan beda dengan pemain lainnya.
Alasanya, Pratama Arhan tidak ikut main dilaga final saat perebutan medali emas antara Indonesia melawan Thailand.
Perbincangan soal medali emas imitasi Pratama Arhan itu terjadi di sebuah bus bersama dengan punggawa Timnas U-22 lainnya.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan Pratama Arhan bersama dengan para pemain lainnya sedang menikmati kemenangan.
Semula Pratama Arhan diledek karena ga bisa main di laga puncak perebutan gelar juara.
Saat itu, Pratama Arhan tidak bisa dimainkan oleh pelatih Indra Sjafri karena terkena akumulasi kartu yang diperoleh di laga sebelumnya.
"Tidak main di final," ledek mereka pada Pratama Arhan.
Selanjutnya Pratama Arhan memegang medali emas yang dikalungkan di lehernya dengan bangga.
"Oh medali ya," balasnya.
Baca Juga: Dejan Antonic Balik Persib Bandung, Sudah Ngopi Bareng Bos Teddy Tjahjono Dapat Jabatan Khusus
tak berhenti disitu,para punggawa Timnas Indonesia lainnya mengatakan medali tersebut tidak asli karena tidak main di final.
"Ini medalinya KW ga main final," kata mereka disambung dengan tawa.
"Mana ada KW, asli" balas Pratama Arhan.
Perbincangan Pratama Arhan dengan para pemain Timnas Indonesia lainnya itu sebatas guyonan karena kedekatan mereka.
Tentu saja semua pemain Timnas Indonesia U-22 mendapatkan medali emas yang asli.
Selain soal medali emas, Pratama Arhan juga diledek soal jalanan di Kabupaten Blora, tempat asalnya, yang belum bagus.***
Berita Terkait
-
Miris Tokyo Verdy Tak Anggap Emas Pratama Arhan, Kode Pisah di Januari 2024?
-
Kalahkan Shin Tae Yong, 3 Emas Indra Sjafri Dinobatkan Pelatih Tersukses Timnas Indonesia
-
Bonus Emas Setara Pajero, Pratama Arhan dan Marselino Ferdinan Kantongi Nominal Rp 400 Juta Lebih di SEA Games?
-
PSSI Pamer Otot Kekar Pratama Arhan di Kamboja, Hasil Latihan Fisik Tokyo Verdy
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati