SUARA SEMARANG - Rumput utama di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) rusak parah dan untuk memperbaikinya pernah menelan puluhan miliar rupiah.
Kondisi rumput Stadion GBK menjadi perbincangan usai video yang memperlihatkan kondisi dalam stadion yang rusak plus sampah berserakan.
Padahal, rumput Stadion GBK baru saja diperbaiki dan nominal yang disedot tak tanggung-tanggung mencapai Rp 10 miliar.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kondisi rumput stadion yang rusak dan bergaris-garis.
Hal itu menyebabkan kondisi rumput tak rata sehingga saat digunakan untuk venue sepakbola akan menyulitkan para pemain.
Untuk itu netizen menyampaikan bahwa rumput Stadion GBK harus segera diperbaiki kembali seperti sedia kala.
Perlu diketahui, rumput Stadion GBK pernah beberapa kali mendapatkan perbaikan ringan hingga berat.
Untuk perbaikan berat sebagaimana yang dilakukan jelang Piala AFF tahun lalu, dikabarkan menyedot anggaran hingga Rp 5-10 miliar.
Sementara untuk perawatan rutin dan ringan, setidaknya membutuhkan Rp 15 juta per bulannya.
Baca Juga: Dihajar Marselino Ferdinan Gol dan Assist, KV Oostende DegradasiUsai Bertemu KMSK Deinze
Namun jika melihat kondisi rumput Stadion GBK yang beredar di lini masa maka butuh waktu dana biaya lumayan besar guna memperbaikinya.
Tinggal di cek secara langsung sejauh mana kerusakan rumput Stadion GBK tersebut dan diperbaiki tiap spot atau blok rumput.
"RUSAK. Kondisi lapangan GBK saat ini setelah digunakan oleh acara salah satu partai Sabtu lalu," tulis akun instagram pengamatsepakbola.
Pada beberapa waktu lalu rumput Stadion GBK juga mengalami kerusakan saat digunakan oleh konser BlackPink.
Namun jika melihat kerusakan saat ini di rumput Stadion GBK bisa jadi lebih parah karena cukup merata di beberapa sisi lapangan.
Ada juga pihak yang menyayangkan mengapa Stadion GBk boleh digunakan untuk selain acara sepakbola yang akhirnya merugikan pengelola Stadion GBK maupun Timnas Indonesia hingga fans sepakbola.
Berita Terkait
-
Steward Stadion GBK "Selamatkan" Garnacho dari Pitch Invader, Langsung Seret Keluar Lapangan
-
Permintaan Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius Tak Dituruti Penuh, Berimbas ke Strategi?
-
Pro Kontra Timnas Konvoi, Cek Profil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi : Partai dan Karir Singkat
-
NU Mau Perbaiki Rumput Stadion Gelora Delta Sidoarjo? Ini Biaya Perawatan Per Bulan Pemkab
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati