SUARA SEMARANG - Tiba-tiba muncul sejumlah kelompok suporter saat Zahra Muzdalifah di klub top Jepang Cerezo Osaka Ladies.
Diantara kelompok fans Cerezo Osaka Ladies dan Zahra Muzdalifah tersebut mengaku sudah ngefans sejak Indonesia sebelum dijajah atau saat proses kemerdekaan.
Fans Zahra Muzdalifah ini ramai membahas progres kepindahan pemain Timnas Putri Indonesia tersebut di klub Cerezo Osaka Ladies.
Kabar kepindahan Zahra Muzdalifah ke Cerezo Osaka Ladies ini sebenarnya sudah dinanti-nanti fans gadis berparas cantik tersebut.
Alasannya, beberapa waktu lalu Zahra Muzdalifah sudah mulai melakukan trial di klub top Jepang itu.
Hingga tiba saatnya, offisial Cerezo Osaka memberikan pengumuman resmi soal bergabungnya Zahra Muzdalifah.
"Zahra Muzdalifah menyelesaikan transfer bergabung dengan klub secara permanen," kete4rangan dari offisial Cerezo Osaka Ladies.
Mengetahui hal itu, fans Zahra Muzdalifah ramai-ramai mendatangi dan berkomentar di laman Cerezo Osaka Ladies.
mereka pun mengaku sudah menjadi fans klub Zahra Muzdalifah, Cerezo Osaka Ladies semenjak lama.
Baca Juga: Terbang ke Belanda, Marselino Ferdinan Menuju Markas Dordrecht Cek Jadwal Lengkap KMSK Deinze
"Fans Cerezo Ladies sejak zaman BPUPKI," tulis akun @theindonesiafootball.
BPUPKI adalah singkatan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Badan ini dibentuk saat Indonesia berupaya melepaskan diri dari penjajahan Jepang, atau negara dari klub tempat Zahra Muzdalifah bermain saat ini.
"Fans cerezo zaman romusa," @m_zuhry07. Romusa adalah sebutan untuk kelompok pribumi Indonesia saat penjajahan Jepang.
"Fans cerezo ladies sejak jaman ip man belum nikah," @dwi.ki_.
Tentu saja hal itu semua adalah guyonan untuk Zahra Muzdalifah dan Cerezo Osaka Ladies.
Berita Terkait
-
Lemparan Pratama Arhan Dihargai Rp 430 Juta, Catat Lonjakan Sebelum Pisah Dari Tokyo Verdy
-
Perkenalkan Duo Jepang, Erick Thohir Resmi Dapat CV Calon Pelatih Dari Negeri Sakura
-
Erick Thohir Tunjuk Wasit Jepang, Nominal Bayaran Per Laga Wasit Indonesia Kalahkan Vietnam dan Malaysia
-
Tiru Konsep Jepang, Erick Thohir Ubah Locker Room Timnas Usai Juara
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'