Performa kuat Terra Classic telah menyebar di Twitter, dengan banyak yang bertanya-tanya apakah token memiliki apa yang diperlukan untuk mencapai harga $1.
Pada bulan Mei tahun ini, token Terra, dolar AS dan Luna lama, runtuh, menghapus aset senilai $40 miliar dari pasar dan membuat banyak investor jatuh miskin.
Dampak dari runtuhnya token Terra kuno yang tiba-tiba menyebabkan ketakutan di pasar crypto, membuat segalanya menghancurkan pasar, investor, dan perusahaan. Kecelakaan Terra adalah pengingat betapa rapuh dan rapuhnya pasar cryptocurrency.
Pasar cryptocurrency masih berjuang untuk mengikuti volatilitas yang dimulai dengan jatuhnya Terra bulan Mei, di mana likuiditas ketat. Hedge fund seperti 3AC telah dilikuidasi. Konfliknya sengit.
Untuk memulihkan token Terra lama yang hilang, salah satu pendiri Terraform Labs, Do Kwon Terra, meluncurkan 2.0 pada Mei tahun ini. Pada 2.0, seri Terra asli diganti namanya menjadi Terra Classic dan seri baru bernama Luna dengan nama saat ini Terra dibuat dan dibuat dapat diperdagangkan.
Menanggapi investor Luc, CEO dan pendiri Eight Global Michael van de Poppe men-tweet tentang Terra Luc mencapai $1 lagi. "Itu tidak akan pernah terjadi," katanya.
Token Terra jauh dari mematok $1. Tetapi apakah token ini benar-benar memiliki potensi untuk membuat sejarah baru masih harus dilihat.
tangkapan layar dari twit entropiclabs
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?