Lebak -Bohani, seorang anak warga Badui berusia tujuh tahun itu kini kembali ceria, berlari-berlarian dengan teman-teman seusianya. Dua mobil permainan didorong-dorong dengan jemari tangannya sambil sesekali tertawa kecil. Bale rumah panggung tempat tinggalnya pun tak menjadi halangan untuk bermain.
Gerak tubuh anak Badui itu cukup lincah serta sudah mau berkata-kata kepada ayahya. Dia juga sudah tidak merasakan batuk-batuk dan demam. Kondisi Bohani terus semakin membaik.
Bohani sebelumnya menderita gizi buruk akut dengan berat badan delapan kilogram. Ia juga mengidap penyakit penyerta tuberkulosis.
Sekarang, berat badan Bohani telah meningkat menjadi 12 kilogram. Fisiknya tidak lemas lagi, tidak murung dan menangis di depan kedua orang tuanya.
"Kami sangat berterima kasih kepada Sahabat Relawan Indonesia ( SRI) yang membawa anaknya ke RSUD Banten hingga menjalani perawatan inap," kata Pulung (55) orang tua Bohani saat ditemui ditempat kediamanya di Kampung Batubelah Desa Kanekes,Kabupaten Lebak, Selasa (20/9).
Begitu juga Bohani (6) bocah perempuan warga Badui kini merasa sudah sembuh dari gizi buruk dan tuberkulosis sehingga bisa kembali bermain bersama teman sebaya.
Sebelumnya, kondisinya sesak nafas, batuk-batuk juga terkadang demam dan panas. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan yang dilakukan tim medis SRI kini tubuhnya semakin baik. Kini kondisi tubuhnya membaik, tidak lemas lagi.
Bohani putra keenam dari pasangan Pulung dan Cisitia awalnya merasa bingung melihat kondisi anaknya yang tak berdaya setelah menderita gizi buruk dan tuberkulosis.
Kondisi ekonomi keluarga serba pas-pasan. Orang tuanya sehari-hari bekerja di ladang, Ia tak memiliki uang untuk yang cukup untuk mengobatkan anaknya ke puskesmas maupun rumah sakit. Dia juga tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat ( KIS) BPJS Kesehatan bantuan dari pemerintah.
Baca Juga: Pemerintah Anggarkan Rp 156,4 Triliun Sebagai THR Hingga Pensiunan ASN, TNI dan Polri
Di tengah kebingungan dan kesulitannya itu, SRI datang membantu sehingga Bohani bisa di bawa ke RSUD Banten untuk menjalani perawatan dan pengobatan.
Selama menunggu anaknya empat hari menjalani rawat inap, ia juga dijamin kebutuhan makan dan minum. "Kami merasa lega dan senang masih ada orang yang membantu kebaikan, sehingga kondisi Bohani semakin baik," katanya.
RSUD Banten jadi pilihan
Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat mengatakan dirinya hampir setiap pekan membawa pasien warga Badui ke RSUD Banten dibandingkan ke rumah sakit lainnya di Kabupaten Lebak yang lebih dekat.
Kebanyakan warga Badui tak memiliki KIS atau BPJS Kesehatan bantuan pemerintah,sehingga RSUD Banten gratis yang menjadi pilihan, karena cukup KTP dan Surat Keterangan Tak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan pemerintahan desa setempat.
Para warga Badui yang di bawa ke RSUD Banten berbagai penyakit mulai gizi buruk, stunting, digigit ular berbisa, demam dan sesak nafas hingga campak. Kasus gizi buruk di pemukiman perlu mendapatkan penanganan khusus agar kondisinya semakin baik, di antaranya melalui penambahan nutrisi bergizi, pelayanan kesehatan yang baik serta lingkungan yang mendukung bagi tumbuh kembang anak.
Terkait dengan layanan kesehatan, Menteri BUMN Erick Thohir telah membantu perbaikan puskesmas pembantu (Pustu) Nangerang di perbatasan masyarakat Badui pedalaman Kabupaten Lebak. Pustu Nangerang tersebut sempat terbengkalai dan tidak dimanfaatkan untuk pusat pelayanan kesehatan. Saat itu, Menteri BUMN berkunjung ke pemukiman Badui untuk melihat kondisi masyarakat adat Badui yang menjadi korban kebakaran.
Untuk operasional bulanan dibantu tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia ( IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan relawan lainnya. Selama setahun terakhir, kegiatan sosial kesehatan di Badui telah membantu sekitar 5.700 pasien dengan berbagai macam penyakit.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Di Balik Megahnya Piala Dunia 2026: Buruh Jahit Bola Trionda Cuma Diupah Rp18 Ribu
-
Hasil Meksiko vs Afsel: Julian Quinones Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026
-
Demo Anti Piala Dunia Memanas, Pendemo Berbaju Hitam-hitam Serang Suporter
-
Australia Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia U-19, Erick Thohir Singgung Soal Kualitas
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Kamu Harus Tahu! 7 Aturan Baru Piala Dunia 2026: VAR Kini Lebih Berkuasa
-
Siapa Wasit Laga Pembuka Piala Dunia 2026? Sosok Kontroversial dari Brasil
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Detik-detik Pembukaan Piala Dunia 2026: 80.000 Suporter Padati Stadion Azteca
-
Pelanggaran Fatal Terungkap! 6 Fakta di Balik Penangguhan 41 Dapur Makan Bergizi Gratis di Tangsel