Beberapa orang tua yang menjadi korban anaknya meninggal karena gagal ginjal akut setelah meng-konsumsi obat sirup yang mengandung larutan ethylene glycol (EG) dan diethylene glycol (DEG) akan menggugat sejumlah pihak termasuk Kementerian Kesehatan, BPOM dan beberapa perusahaan farmasi.
Gugatan yang dilayangkan oleh sejumlah orang tua tersebut karena menganggap bahwa BPOM, Kementerian Kesehatan dan beberapa perusahaan farmasi dinilai lalai dan lamban dalam mengawasi peredaran obat yang diduga terkontaminasi larutan berbahaya tersebut.
Berdasarkan informasi yang beredar, zat etilen glikol (EG) dan dietilen Glikol (DEG) dalam obat sirup diduga kuat menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut yang menimpa ratusan anak di Indonesia.
Tercatat, hingga awal November 2022, sebanyak 195 anak meninggal akibat gagal ginjal akut.
Safitri tidak pernah membayangkan gagal ginjal akut itu terjadi pada anak kandungnya. Ia terisak tangis saat menceritakan riwayat anaknya yang meninggal karena gagal ginjal akut. Safitri tak menyangka anak kesayangannya yang awalnya terserang flu dan batuk, kondisinya memburuk dalam beberapa hari dan meninggal dunia dengan diagnosis gagal ginjal akut.
"Semua alat dirumah sakit yang mungkin teman-teman tahu, terpasang di tubuh anak-anak kami. Dari yang paling kecil, 6 bulan, 9 bulan, sampai anak saya yang berumur 8 tahun. Yang tak akan terbayangkan, dan tak akan bisa melupakan seumur hidup, itu terpasang di anak-anak kami. Yang hari sebelumnya masih main bola, sebelumnya masih sekolah, masih ujian, masih lari-lari sana-sini," ungkap Safitri yang hadir dalam konferensi pers (Class Actiion) korban gagal ginjal akut Jakarta, Jumat (18/11/2022).
Safitri pun mengaku kecewa karena kasus gagal ginjal akut yang sudah terungkap sejak Januari 2022, baru ditanggapi serius oleh pemerintah beberapa bulan kemudian. Pengadaan obat penawar juga lambat, setelah jatuh korban terhadap ratusan anak.
“Saya menyangkan kenapa tidak ada awareness. Kenapa dari pihak IDAI, Kemenkes tidak ada awareness. Tracing dari awal, ada kasus baru yang memang belum diketahui penyebabnya, namun setidaknya, anak-anak atau pasien ini punya satu benang merah yang sama. Dengan gejala yang berbeda-beda, rentang waktu yang berbeda, tapi sama-sama satu. Dia demam dan tidak bisa buang air kecil," tambah Safitri.
Atas dasar tersebutlah yang membawa niat Safitri dengan yakin bersama dengan keluarga korban lain untuk melayangkan tuntutan class action kepada pihak terkait. Sikap ini diambil untuk menuntut tanggung jawab dari semua pihak atas sistem kontrol yang tidak berjalan dengan baik di mana seharusnya.
Baca Juga: 9 Foto Nadya Hutagalung Pulang ke Kampung Halaman, Kerja di Kebun Bak Perempuan Desa
"Yang kita hadapin kan lembaga-lembaga yang abai, yang merasa sudah mengerjakan tugasnya tapi tidak dikerjakan, dan kemana lagi kita harus meminta keadilan," ujarnya lagi.
Dalam kesempatan itu juga, hadir 9 (sembilan) institusi dan beberapa perusahaan farmasi yang akan digugat oleh orang tua yang anaknya meninggal karena didiagnosis gagal ginjal akut akibat mengonsumsi obat sirup yang terkontaminasi EG dan DEG.
Kesembilan institusi dan perusahaan tersebut adalah: BPOM, Kemenkes, PT Afi Pharma, PT Universal Pharmaceutical Industries (UPI), PT Tirta Buana, PT Logicom Solution, PT Mega Setia Agung, CV Mega Integra, CV Budiarta.
(Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Dua Perusahaan Sudah Jadi Tersangka, Bareskrim Didesak Transparan Usut Kasus Gagal Ginjal Akut
-
Orang Tua Korban Gagal Ginjal Akut Ajukan Class Action, Kemenkes, BPOM Hingga Perusahaan Farmasi Bakal Jadi Tergugat
-
Pabrik Pengoplos dan Penyuplai Obat Sirup Penyebab Gagal Ginjal Akut Digaris Polisi
-
Korban Gagal Ginjal Berjatuhan, Tipidter Mabes Polri Periksa Industri Farmasi Ini
-
Jenis Obat yang Diproduksi PT AFI FARMA Mengandung Bahan Berbahaya Ditarik izin Edarnya
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Federico Valverde Cedera Kepala usai Berkelahi dengan Tchouameni
-
Brighton Perpanjang Kontrak Fabian Huerzeler hingga 2029
-
Jadwal BRI Super League Pekan ke-32, Ada Duel Seru Persija Jakarta vs Persib Bandung
-
Ruang Ganti Real Madrid Memanas, Valverde dan Tchouameni Dikabarkan Baku Hantam
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak