/
Minggu, 12 Februari 2023 | 00:12 WIB
Elisa Siti Mulyani korban pembunuhan oleh pacarnya Riko Arizki di Pandeglang (Instagram)

Kasus pembunuhan sadis di Pandeglang, dengan pelaku Riko Arizki, warga Cipacung di Kecamatan Majasari yang tega menghajar bagian kepala pacarnya hingga tewas dengan klosed jongkok, sebelumnya sempat mengadu ke ayah kandung korban, Elisa Siti Mulyani, sebelum membunuhnya.


Ketika itu, Riko Arizki mengadu meminta bantuan ayah korban untuk mendamaikan hubungannya dengan Elisa yang menurutnya mulai renggang.


Dan rupanya, saat konferensi pers di Mapolres Pandeglang, Riko saat itu bersikeras bahwa alasan membunuh pacarnya itu karena ia klaim telah berselingkuh.


Saat ditemui di rumah duka, ayah kandung korban, Tb Hadi Mulyana membantah keras pernyataan pelaku terkait perbuatan selingkuh putrinya itu. Dia mengatakan bahwa meskipun dia tidak tinggal satu rumah yang sama dengan putri bungsunya itu, namun dia memastikan bahwa Elisa sudah putus dengan Riko.


“Kalau soal teror meneror sebelum kejadian saya enggak tahu ya,  karena memang anak saya enggak satu rumah dengan saya. Tapi anak itu atau pelaku, pagi itu sempat curhat ke saya kalau dia baru aja putus dengan Elisa. Dia tidak mau diputusin dan minta saya, sebagai ayahnya, untuk membantunya menyatukan mereka kembali," imbuh Tb Hadi Mulyana, ayah kandung korban.


Tb Hadi MuIyana, yang saat itu dikenal sebagai tokoh pemuda di PandegIang, mengaku tidak menjanjikan apapun kepada pelaku karena tidak ingin memaksa anak bungsunya dalam menjalin hubungan asmara dengan siapapun, meskipun dia adalah sang ayah kandung. Karena itu, dia sangat terkejut ketika mendengar bahwa si pelaku benar-benar telah membunuh putri bungsunya.


“Masalahnya, sempet terbesit dari bahasa si pelaku, tahu bahwa Elisa sudah putus dengannya. Bahkan ada bahasa seperti ini darinya, kalo sama orang lain takutnya dirusak. Nanti, setelah dirusak, trus ditinggalkan. Ya, apakah itu (kedatangan pelaku di rumahnya) adalah benar-benar sinyal ke saya? Nggak ada maksud Suudzon atau berprasangka buruk," imbuhnya seraya mengatakan dirinya dan keluarga pelaku saling kenal.


Bahkan ayah korban Tb Hadi Mulyana mengaku tidak hanya mengenal keluarga pelaku tetapi juga menyayangkan kelakuan Riko Arizki yang merupakan anak anggota Polri yang bertugas di wilayah Kabupaten Lebak.


“Maaf, pelaku ini adalah anak dari anggota polisi. Jadi kita berharap polisi bisa bersikap objektif meskipun pelakunya adalah bagian dari keluarga besar polri. Itu sebabnya kami memperbolehkan anak kami dilakukan otopsi, karena pada dasarnya kami menerima kejadian ini karena sudah dicatat (takdir) dan tinggal kami serahkan kepada pihak yang berwajib. Pelakunya ada dan silahkan polisi jelaskan apakah kejadian ini direncanakan atau bukan,” pungkas Tb Hadi Mulyana.

Baca Juga: Viral!! Pasti Gemeteran, Singa Tabrak Mobil Pengunjung di Taman Safari Prigen

Load More