Dalam waktu dekat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memanggil pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo terkait kepemilikan harta kekayaan sebesar 56 miliar. Pasalnya, tidak semua aset miliknya tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), termasuk Jeep Rubicon dan motor gede Harley Davidson yang dikendarai oleh anaknya, Mario Dandy.
Telah dipastikan bahwa Rafael adalah ayah dari Mario Dandy Satrio (MDS), tersangka pelaku kasus penganiayaan di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mario Dandy Satrio menganiaya David, anak pengurus GP Ansor Jonathan Latumahina. Saat melakukan tindakan penganiayaan terhadap David, Mario sedang mengendarai mobil jeep Rubicon.
Tak hanya terkait kendaraan jeep Rubicon, KPK juga akan mendalami dengan menelusuri seluruh kepemilikan aset Rafael lainnya yang tidak tercatat atau yang tidak ia laporkan dalam LHKPN.
“Target kita yang pertama adalah mencari tahu ada lagi nggak aset dia yang tidak dilaporkan. Makanya kita ke BPN (Badan Pertanahan Nasional), kalau melihat ada aset lain, kita ke bank, kalau ada rekening bank dia yang belum dilaporkan, kita ke asosiasi asuransi, kalau punya polis milyaran rupiah itu tidak dilaporkan, kita juga ke bursa efek, kali-kali dia punya saham atau obligasi atau apapun yang tidak dilaporkan," ungkap Pahala Nainggolan, Deputi Pencegahan dan Pengawasan KPK, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/2/2023).
Selain menelurusuri harta kekayaan yang tidak dilaporkan, KPK juga akan menyelidiki asal usul harta kekayaan Rafael.
“Kedua, kita lihat yang ada ini asalnya dari mana. Sejauh menyangkut warisan, kita agak tenang. Tapi kalau dia bilang hibah tidak pakai akta, itu pasti kita undang (untuk klarifikasi)," kata Pahala Nainggolan.
Dari hasil penelusuran, Rafael beberapa kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Terakhir, pada 17 Februari 2022, Rafael menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada KPK untuk Laporan Berkala 2021.
Dalam LHKPN, Rafael mengaku memiliki 11 bidang tanah dengan berbagai ukuran yang tersebar di berbagai kota seperti Sleman, Manado, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Secara total nilai, belasan aset tanah Rafael diperkirakan bernilai Rp 51,9 miliar. Selain tanah, Rafael juga mengaku memiliki dua mobil. Namun, Rafael tidak mencantumkan mobil Rubicon yang dibawa sang putranya Mario Dandy.
Selain itu, LHKPN Rafael tercatat memiliki sedan Toyota Camry senilai Rp 125 juta dan Toyota Kijang senilai Rp 300 juta. Rafael juga mengklaim memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 420 juta, kas dan setara kas senilai Rp 1,3 miliar, dan aset harta lain senilai Rp 419 juta. Rafael mengaku tidak memiliki utang. Jika ditotal keseluruhan, harta kekayaan Rafael senilai Rp 56.104.350.289.
Baca Juga: Hadapi Persib Bandung, Rahmad Darmawan Minta Pemain Barito Putera Tunjukkan Karakter
Setelah penjajakan awal KPK, Pahala menyebut aset Rafael tidak sesuai profilnya, bahwa dia adalah pejabat Eselon III Kepala bagian Umum Kanwil Ditjen Pajak Jakarta Selatan II.
“Kalau dilihat dari kasus pegawai pajak, profilnya tidak match (jabatannya). Dia ini Eselon III dan kalau dilihat detail isinya, kebanyakan aset,” pungkas Pahala.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Lacak Sumber Harta Kekayaan Rafael Alun Trisambodo, Ayah dari Mario Dandy Pelaku Penganiaya Anak Pengurus GP Ansor
-
Gaji Lebih Rendah, Harta Kekayaan Rafael Alun Trisambodo Tiga Kali Dirjen Pajak?
-
Mario Dandy Anak Pejabat Pajak Dikabarkan Pernah Tabrak Ojol di Yogyakarta
-
Rafael Alun Trisambodo, Pejabat Eselon III DJP Pemilik Harta Kekayaan 56 Miliar Minta Maaf dan Siap Diperiksa Inspektorat Kemenkeu
-
Ekpresi Anak Pejabat Pajak Pelaku Pengeroyokan Jadi Sorotan Warganet : Mukanya Masih Songong
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
100 Tahun Naar de Republiek Indonesia: Menelanjangi Neokolonialisme 2026, Republik untuk Siapa?
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Diskusi Dengan Ombudsman RI, Imigrasi Sumut Kedepankan Semangat 'Imigrasi untuk Rakyat'
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM
-
Ramai-ramai Berburu Anggaran di Senayan, Efisiensi Prabowo Cuma Omon-omon?